Rabu, 22 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Mengenal Kupon Berhadiah: Porkas, KSOB, dan SDSB (Sumbangan Dana Sosial Berhadiah)

Sumbangan dana Porkas dan beragam nama yang digunakan seperti SDSB dan KSOB, sampai TSSB berlaku di Indonesia pada tahun 1985-1993.

Penulis: Nani Rachmaini | Editor: Nani Rachmaini
SUMBER FOTO: Tokopedia: Edelweiss99
Sumbangan dana Porkas dan beragam nama yang digunakan seperti SDSB dan KSOB, berlaku di Indonesia pada tahun 1985-1993. 

Porkas, KSOB, dan SDSB berlaku di Indonesia mulai tahun 1985-1993.

Baik Porkas maupun KSOB dan SDSB dinilai perjudian, yang dibungkus sumbangan dana bagi pemerintah, yang digunakan untuk membiayai kegiatan ataupun pembinaan di bidang olahraga.

Mengutip karya tulis di Unair, sebelum diberlakukan Porkas pemerintah telah melakukan studi banding lewat Departemen Sosial selama dua tahun di Inggris.

Porkas berakhir pada Desember 1987 karena desakan masyarakat.

Sementara KSOB adalah pengganti Porkas, yang secara tidak berbeda dari Porkas hingga Desember 1988, kemudian diganti dengan SDSB.

Viral, Daftar Menteri Kabinet Baru Jokowi-Amin 2019-2024, Uraian Sangat Rinci Dibagikan di Grup WA

SDSB lebih kental dengan judi karena selain jenis kupon yang dilegalkan pemerintah, beredar pula lotere buntut untuk dua, tiga atau empat angka yang dijual jauh lebih murah.

Dan permainan buntut inilah yang sering melibatkan sebagian besar rakyat berpenghasilan rendah, berikut ekses-eksesnya.

Penyebab berakhirnya SDSB juga sama yakni desakan masyarakat khususnya kaum agamawan dan mahasiswa.

*

VIDEO: VIRAL! Seorang Motivator Pukul 10 Siswa di Malang

FOLLOW INSTAGRAM TRIBUN JAMBI:

.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved