Mengenal Kupon Berhadiah: Porkas, KSOB, dan SDSB (Sumbangan Dana Sosial Berhadiah)
Sumbangan dana Porkas dan beragam nama yang digunakan seperti SDSB dan KSOB, sampai TSSB berlaku di Indonesia pada tahun 1985-1993.
Penulis: Nani Rachmaini | Editor: Nani Rachmaini
Mengenal Porkas, KSOB, dan SDSB (Sumbangan Dana Sosial Berhadiah)
TRIBUNJAMBI.COM-Sumbangan dana Porkas dan beragam nama yang digunakan seperti SDSB dan KSOB, sampai TSSB berlaku di Indonesia pada tahun 1985-1993.
Dinamakan sumbangan, karena masyarakat membeli kupon, yang mana pemenangnya bisa mendapat hadiah sampai miliaran Rupiah.
Pada 1986 Porkas dikecam oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) karena mengandung unsur judi atau perjudian.
MUI menulis surat yang dilayangkan kepada pemerintah agar pelaksanaan porkas dievaluasi kembali.
• BLAK-BLAKAN Yeslin Wang 8 Tahun Hidup Bersama Kini Mantan Suami Akan Nikah Lagi Perasaan Campur Aduk
Karena kecaman tersebut Porkas diganti SOB atau Sumbangan Olahraga Berhadiah.
Mengutip Wikipedia, Porkas mempertaruhkan hasil menang-seri-kalah, sementara SOB mempertaruhkan skor pertandingan.
Sepanjang tahun 1987, undian Kupon SOB telah meraup dana dari masyarakat sebanyak 221 miliar rupiah.
Alat yang dipakai dalam SOB disebut Kupon Sumbangan Olahraga Berhadiah atau KSOB.
Beberapa kali perjudian yang dibungkus sumbangan olahraga ini berganti nama.
SOB kemudian sempat berganti nama menjadi TSSB (Tanda Sumbangan Sosial Berhadiah), dan lalu SDSB (Sumbangan Dermawan Sosial Berhadiah).
Peredaran kupon baru benar-benar dapat dihentikan pada 24 November 1993.
Para agen perjudian itu tidak lagi mengedarkan kupon SDSB maupun KSOB.
• Disawer Dibagian Dadanya hingga Beredar Foto Syur Tidur dengan Bule, 2 Artis Ini Seksinya Kebangetan
Di hadapan anggota DPR, Meteri Sosial Endang Kusuma Inten Soewono mengumumkan penghapusan undian berhadiah.
Berlaku 8 Tahun
Porkas, KSOB, dan SDSB berlaku di Indonesia mulai tahun 1985-1993.
Baik Porkas maupun KSOB dan SDSB dinilai perjudian, yang dibungkus sumbangan dana bagi pemerintah, yang digunakan untuk membiayai kegiatan ataupun pembinaan di bidang olahraga.
Mengutip karya tulis di Unair, sebelum diberlakukan Porkas pemerintah telah melakukan studi banding lewat Departemen Sosial selama dua tahun di Inggris.
Porkas berakhir pada Desember 1987 karena desakan masyarakat.
Sementara KSOB adalah pengganti Porkas, yang secara tidak berbeda dari Porkas hingga Desember 1988, kemudian diganti dengan SDSB.
• Viral, Daftar Menteri Kabinet Baru Jokowi-Amin 2019-2024, Uraian Sangat Rinci Dibagikan di Grup WA
SDSB lebih kental dengan judi karena selain jenis kupon yang dilegalkan pemerintah, beredar pula lotere buntut untuk dua, tiga atau empat angka yang dijual jauh lebih murah.
Dan permainan buntut inilah yang sering melibatkan sebagian besar rakyat berpenghasilan rendah, berikut ekses-eksesnya.
Penyebab berakhirnya SDSB juga sama yakni desakan masyarakat khususnya kaum agamawan dan mahasiswa.
*
FOLLOW INSTAGRAM TRIBUN JAMBI:
.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/porkas-sdsb-ttdb.jpg)