Terungkap Alasan Pelaku Penusuk Menkopolhukam Wiranto Dihukum Lebih Berat Dibanding Teroris Lainnya
Abu Rara, terduga teroris yang melakukan aksi penusukan terhadap Menkopolhukam Wiranto akan dihukum lebih berat
TRIBUNJAMBI.COM - Abu Rara, terduga teroris yang melakukan aksi penusukan terhadap Menkopolhukam Wiranto akan dihukum lebih berat.
Pelaku penusukan terhadap Wiranto Abu Rara akan dihukum lebih berat dibanding pelaku aksi teror lainnya.
Abu Rara diketahui melakukan penusukan terhadap Menkopolhukam Wiranto di Alun-Alun Menes, Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019).
Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah tersebut mengatakan sanksi yang lebih berat akan diberikan kepada Abu Rara karena yang bersangkutan telah memerintahkan serta mempengaruhi anak di bawah umur, dalam hal ini anaknya sendiri, untuk melakukan aksi terorisme.
"Karena apa? Karena dia (Abu Rara) memerintahkan, mempengaruhi anak di bawah umur untuk melakukan serangan atau aksi terorisme," kata dia.
Abu Rara perintahkan anaknya serang polisi dengan pisau
Mabes Polri mengungkap Abu Rara, terduga teroris yang menusuk Menkopolhukam Wiranto ternyata memerintahkan anaknya untuk melancarkan serangan terorisme.
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan Abu Rara telah meminta anaknya untuk menyerang aparat kepolisian.
Anak Abu Rara sendiri juga dipersenjatai dengan pisau kunai.
• Perumahan SAD di Sarolangun dan Merangin Segera Dibangun, Kemensos Anggarakan Rp 2 Miliar
"Senjata yang digunakan untuk penyerangan itu ada 3, satu digunakan oleh Abu Rara sendiri, satu digunakan istrinya (FA) dan satu digunakan anaknya. Anaknya menggunakan pisau ini dan sudah diperintahkan oleh Abu Rara untuk melakukan serangan terorisme kepada kepolisian," ujar Dedi, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (17/10/2019).
Namun, anak Abu Rara tidak melakukan perintah dari ayahnya.

Alasannya, anak Abu Rara yang masih berusia di bawah umur tidak memiliki keberanian.
"Tapi anaknya mengurungkan niatnya karena anaknya tidak berani. Yang berani (untuk melakukan serangan, - red) itu adalah Abu Rara sendiri dan istrinya," kata dia.
Kini, dua pisau yang digunakan Abu Rara dan FA itu tengah diperiksa di Laboratorium Forensik (Labfor) oleh kepolisian.
"Dua pisau yang digunakan abu Rara dan istrinya saat ini lagi diperiksa di Labfor untuk memastikan sampel DNA-nya," katanya.
• BREAKING NEWS: Hujan Guyur Kabupaten Bungo, Disertai Kilat dan Petir
Teknik memegang senjata