Sumpah Serapah Gono Berakibat Fatal, Cerita Horor Kuburan Jaran Menyeramkan dan Bikin Merinding

Kisah ini berawal dari seorang pria bernama Gono (40), yang selalu menjadi korban bully. Sumpah serapahnya berakibat fatal

Editor: Duanto AS
National Geographic/AFP
Ilustrasi kuburan massal yang berisi ratusan anak di wilayah Peru. 

gw terdiam mendengar Endah, bukan hal baru bila memang pabrik gula ini menyimpan misterinya kembali.

sebenarnya, banyak cerita tentang pemilik makam ini, semuanya simpang siur, namun yang paling membekas adalah, katanya, setiap petang, di atas makam ini, berdiri seorang gadis kecil, yang kemungkinan adalah gadis si pemilik makam, ia selalu terlihat duduk di atas batu nisan.

yang membuat gw gak bisa lupa dari cerita ini adalah, siapapun yang melihatnya, akan di ikutin sampai di rumahnya, dan ketika malam semakin gelap, gadis itu akan bertanya tentang rumahnya.

disini, gw semakin merinding. akhirnya gw lanjut ke pohon target kami siang ini.

banyak bangunan dan tempat yang memorable di zona bagian barat, mulai dari lapangan bola, Masjid, pemakaman, sampai SD negeri, yang kesemuanya, memiliki ceritanya sendiri-sendiri.

apa tadi gw bilang masjid? ya, bahkan tempat ibadah ini pun, menyimpan ceritanya sendiri.

namun, cerita ini gw mulai dari Lapangan bola, tempat dimana biasanya gw habisin waktu mulai dari sore hari, sampai adzhan maghrib berkumandang

Lapangan ini, bisa dikatakan, berada di area paling ujung, hampir berdampingan dengan zona Utara, tempat ini juga berada di sisi jalan.

pernah, gw dan teman2 di desa gw, bermain tanpa memperdulikan adzhan, akibatnya, entah kenapa, tiba2 salah satu teman kami, jatuh pingsan begitu saja.

ia terkapar, dengan kaki menjejal-jejal, ketika kami mendekatinya, ia meraung, menyerupai seekor harimau.

kami terdiam, lama.

Ilustrasi cerita horor
Ilustrasi cerita horor ()

untuk ukuran anak-anak, tentu gw dan semua teman gw kebingungan. ia melotot menatap kami satu persatu, sampai, seseorang datang sembari membawa ranting pohon, ia berlari, kemudian memukulkan rantingnya ke teman kami yang kerasukan, anehnya, teman gw langsung sadar.

disinilah bagian mengerikanya.

seseorang yang baru saja menolong kami, rupanya bukan sosok yang asing bagi kami. dia adalah GONO, begitu kami memanggil namanya.

siapa GONO?

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved