Berita Viral
Cerita Warga, Bongkar Fakta Keluarga yang Tinggal di Gubuk Reot: Bapak Pakai CBR, Anak Pakai Beat
Cerita Warga, Bongkar Fakta Keluarga yang Tinggal di Gubuk Reot: Bapak Pakai CBR, Anak Pakai Beat
Warga membongkar rahasia dari keluarga viral yang tinggal di gubuk derita bak kandang ayam. Sampai-sampai beri saran agar tidak salah memberi bantuan. . .
TRIBUNJAMBI.COM - Ya, cerita keluarga tinggal di gubuk reot bak kandang ayang sedang viral di Pontianak, tepatnya di Pontianak Utara.
Awalnya bagi yang baru mengetahui cerita keluarga ini dibuat terharu dan miris.
Namun ada fakta baru dibalik kisah viral keluarga asal Pontianak yang hidup di gubuk derita itu.
Sesuai Kartu Keluarga (KK), keluarga tersebut atas nama Lena sebagai kepala keluarga dengan empat orang anak.
Sedangkan suaminya tidak terdaftar di dalam Kartu Keluarga (KK).
Beberapa hari terakhir kisah Lena, telah menyedot perhatian khalayak ramai.
Lantaran tinggal digubuk tidak layak huni.
• Fakta Mengejutkan dari Kisah Viral Sekeluarga Tinggal di Gubuk Bak Kandang Ayam, Ulah Ayah Tiri
• Nyinyiran Seorang Istri TNI Terkait Penusukan Wiranto Mendadak Viral, Jabatan Suami Langsung Dicopot
• Viral Aksi Dua Keluarga Sumpah Pocong di Masjid Gara-gara Berebut Lahan, Videonya Ramai di Medsos
• Viral, Kepala Ombudsman Jambi Ungkap Kondisi RSUD Kerinci lewat Postingan di Facebook, Ini Isinya
Camat Pontianak Utara, Aulia Candra menegaskan, keluarga Lena telah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kota Pontianak.
"Bu Lena, saya sampaikan memang saat ini masih terdaftar sebagai warga Gang, Bentasan 1 Kelurahan Siantan Hulu kecamatan Pontianak Utara," kata Aulia, Minggu (13/10/2019).
Aulia Candra menjabarkan detail terkait keluarga Lena yang menyedot perhatian.
Sebelum pindah ke gubuk yang berada di tanah milik orang saat ini (Mega Timur), Lena pernah tinggal di Bentasan 1, dan saat tinggal di sana Lena bersama suaminya mendapatkan bantuan prorgam rumah.
Namun kondisi sekarang rumah itu telah dijual oleh suaminya, kemudian mereka tinggal di rumah orangtuanya di Gang Swadaya I, yang juga sudah dijual.
"Selama ini Bu Lena juga menjadi penerima manfaat dari Program Keluarga Harapan (PKH). Untuk Kartu Indonesia Sehat (KIS) sudah dimasukkan dalam daftar, hanya pada saat akan diverifikasi yang bersangkutan sudah tidak berada ditempat," jelas Aulia saat diwawancarai Tribun Pontianak.
Seiring meninggalkan Gang Swadaya I, keberadaan lena tidak diketahui dan baru sekarang diketahui dan membuat pondok di Mega Timur.
Aulia berharap kejadian ini tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang bisa mengurangi kredibilitas Pemerintah Kota Pontianak.
• SAH, Kabupaten Tanjab Barat Resmi Menjadi Tuan Rumah Pra Porprov Jambi
• BREAKING NEWS, Kabut Asap di Kota Jambi Kembali Pekat, Belajar Siswa PAUD, SD dan SMP Diperlambat
• Lebih Dari 5000 Mangkok Langsung Ludes, Bogasari Gelar Festival Mie Ayam Angso Pertama di Kota Jambi
• Gerakan Cepat Mobil Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Bungo, Kesaksian Warga Setempat