Beita Jambi

Penarikan dari BPOM, Ini Tanggapan Ketua IDI Jambi, Ada Banyak Pilihan Obat Selain Ranitidin

Penarikan dari BPOM, Ini Tanggapan Ketua IDI Jambi, Ada Banyak Pilihan Obat Selain Ranitidin

Penarikan dari BPOM, Ini Tanggapan Ketua IDI Jambi, Ada Banyak Pilihan Obat Selain Ranitidin
IST
Ketua Ikadan Dokter Indonesia (IDI) Jambi, Dr. dr. Deri Mulyadi, S.H, Sp. OT . Penarikan dari BPOM, Ini Tanggapan Ketua IDI Jambi, Ada Banyak Pilihan Obat Selain Ranitidin 

Penarikan dari BPOM, Ini Tanggapan Ketua IDI Jambi, Ada Banyak Pilihan Obat Selain Ranitidin

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menarik peredaran lima produk ranitidin, karena terdeteksi mengandung N-Nitrosodimenthylamine (NDMA).

Menanggapi hal ini, Ketua Ikadan Dokter Indonesia (IDI) Jambi, Dr. dr. Deri Mulyadi, S.H, Sp. OT (hip and knee), menyampaikan secara fungsi obat tersebut berguna untuk mengurangi produksi asam lambung atau mengobati sakit maag.

"Kalau sudah jelas dilarang sama pihak BPOM sebaiknya dipatuhi. Beberapa obat yang dimaksud adalah cairan injeksi, tidak sembarang orang bisa mendapatkannya," ungkapnya, Selasa (8/10/2019).

Baca: BPOM Jambi Imbau Produk Obat Asam Lambung Ranitidine Ditarik dari Peredaran, Ini Bahayanya

Baca: Menguak Bisnis Buzzer, Hasilkan Pendapatan dari Bisnis & Politis, Siapa Paling Diuntungkan?

Baca: BREAKING NEWS: Dua Unit Rumah di Tanah Kampung Ludes Terbakar, Seorang Warga Alami Luka Bakar

Ia juga mengatakan obat tersebut merupakan generasi awal. Dan, sekarang ada banyak obat yang baru yang harganya murah dan cara kerjanya baik.

Mengenai pembelian dari ranitidin ia menyebutkan harus memakai resep dokter. Namun, memang pada kenyataanya ada jenis obat yang tetap bisa dibeli tanpa resep termasuk ranitidin.

Produk ranitidin yang diperintahkan penarikannya setelah terdeteksi mengandung NDMA adalah Ranitidine Cairan Injeksi 25 mg/mL dengan pemegang izin edar PT Phapros Tbk. Sementara itu, produk ranitidin terdeteksi NDMA yang ditarik sukarela adalah Zantac Cairan Injeksi 25 mg/mL dari PT Glaxo Wellcome Indonesia, Rinadin Sirup 75 mg/5mL dari PT Global Multi Pharmalab, serta Indoran Cairan Injeksi 25 mg/mL dan Ranitidine cairan injeksi 25 mg/ML dari PT Indofarma.

Penarikan dari BPOM, Ini Tanggapan Ketua IDI Jambi, Ada Banyak Pilihan Obat Selain Ranitidin (Nurlailis/Tribunjambi.com)

Penulis: Nurlailis
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved