Menguak Bisnis Buzzer, Hasilkan Pendapatan dari Bisnis & Politis, Siapa Paling Diuntungkan?

Dari penelitian tersebut, Budi Setyarso menyebut bahwa buzzer sudah muncul sebagai sebuah industri. Sehingga buzzer bukan lagi muncul secara individu

Menguak Bisnis Buzzer, Hasilkan Pendapatan dari Bisnis & Politis, Siapa Paling Diuntungkan?
YouTube Indonesia Lawyers Club
Budi Setyarso menjelaskan adanya sebuah industri yang membuat sekelompok buzzer. 

Menguak Bisnis Buzzer, Hasilkan Pendapatan dari Bisnis & Politis, Siapa Paling Diuntungkan?

TRIBUNJAMBI.COM - Jurnalis senior Budi Setyarso menyebutkan adanya penelitian yang membahas sistem sebuah buzzer bekerja.

Budi Setyarso menyebut bahwa buzzer sudah menjadi sebuah industri yang bahkan memiliki perekrutan tersendiri.

Dilansir TribunWow.com, ia menjelaskan hal itu saat menjadi bintang tamu pada acara Indonesia Lawyers Club yang tayang di tvOne, Selasa (8/10/2019).

Pada acara itu, Budi Setyarso menjelaskan mengenai isi penelitian mengenai buzzer.

Wartawan senior Budi Setyarso. Budi Setyarso menjelaskan perbedaan seorang jurnalis dengan buzzer. Ia sebut buzzer hanya menyebarkan berita tanpa melakukan cek ulang.
Wartawan senior Budi Setyarso. Budi Setyarso menjelaskan perbedaan seorang jurnalis dengan buzzer. Ia sebut buzzer hanya menyebarkan berita tanpa melakukan cek ulang. (YouTube Indonesia Lawyers Club)

"Kalau Mas Teddy baca penelitiannya CIPG ,Centre for Innovation Policy and Governance ini dijelaskan bagaimana pola buzzer ini bekerja," ucap Budi Setyarso.

Pada penelitian itu disebutkan mengenai sistem rekrutmen yang dilakukan untuk membentuk sekumpulan buzzer.

"Jadi di situ banyak dijelaskan mengenai rekrutmen seperti apa bertingkat-tingkat."

"Jadi pertama mereka akan melihat dulu followers dari satu akun itu berapa," jelas Budi Setyarso.

Baca: Beda Jurnalis dan Buzzer, Wartawan Senior Budi Setyarso: Mereka akan Melakukan Kroscek Dulu

Baca: BREAKING NEWS: Dua Unit Rumah di Tanah Kampung Ludes Terbakar, Seorang Warga Alami Luka Bakar

Di tahap selanjutnya, sekelompok orang itu bergabung dalam sebuah grup WhatsApp yang kemudian disaring lagi.

Halaman
123
Editor: suci
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved