Berita Tanjab Barat

Oknum ASN di Tanjab Barat Nyalon Kades, Ini Penjelasan PMD Terkait Status Pegawai

Oknum ASN di Tanjab Barat Ikut Nyalon Kades, Ini Penjelasan PMD Terkait Status Kepegawaian

Oknum ASN di Tanjab Barat Nyalon Kades, Ini Penjelasan PMD Terkait Status Pegawai
Tribunjambi/Darwin Sijabat
ASN di Tanjab Barat Ikut Nyalon Kades, Ini Penjelasan PMD Terkait Status Kepegawaian. 64 Balon Kades dari sembilan desa mengikuti ujian seleksi di Balai Pertemuan Kantor Bupati, beberapa waktu lalu

Oknum ASN di Tanjab Barat Nyalon Kades, Ini Penjelasan PMD Terkait Status Kepegawaian  

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Jelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 56 desa se-Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat) yang digelar 17 Oktober 2019 mendatang, bakal calon (Balon) kades mulai memperkenalkan diri kepada warga.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah calon Kepala Desa Kuala Indah, Kecamatan Kuala Betara, yang merupakan oknum ASN.

Balon Kades tersebut berlatar belakang dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kabupaten Tanjab Barat.

Banyak yang mempertanyakan terkait status ASN nya jika ia terpilih, mulai dari gaji hingga kinerja yang dianggap akan terhambat karena memiliki dua status pekerjaan.

Baca: 64 Bacalon Kades di Tanjab Barat Mengikuti Seleksi untuk Pilkades Serentak 2019

Baca: ASN Ikut Berebut Kursi, Panitia Pilkades Desa Sungai Sayang Lakukan Seleksi Tambahan

Baca: Dua Laga Tertunda Gara-gara Unjuk Rasa, Simak Jadwal Lengkap Pertandingan Liga 1 2019 Pekan ke 22!

Bahkan, diduga ASN yang mencalonkan diri sebagai Kades hanya tergiur dengan anggaran di Desa yang cukup pantastis.

"Sebaiknya kalau mau jadi Kades, lebih baik berhenti dari PNS karena tantu akan menghambat kinerja. Walaupun statusnya sebagai ASN dibebaskan, tapi gaji tetap masih diterima, sama saja dengan bohong," sebut Erwinsyah, tokoh pemuda Tanjab Barat.

Menurutnya, meski tidak ada aturan yang melarang ASN menjadi Kades, setidaknya yang bersangkutan harus tau diri atau memberi kesempatan bagi yang benar-benar membutuhkan pekerjaan. Kecuali kalau tujuannya hanya tertarik dengan anggaran Desa yang saat ini cukup besar.

Baca: Listrik Diputus PLN, Sekretariat KONI Merangin Terpaksa Ngerental

Baca: Anggaran Tak Sesuai, Tiga Bawaslu Kabupaten/Kota di Jambi Menolak Tandatangani NPHD

Baca: Gara-gara Makan Ikan, Sekeluarga di NTT Tewas, Bahkan Kucing Peliharaan Juga Ikut Mati!

"Sekarang statusnya ASN, tidak jadi Kades pun dia sudah menerima gaji dari negara. Lebih baik kasih kesempatan bagi yang lain. Kecuali kalau dia tergiur dengan anggaran Desa yang cukup besar, berarti tujuannya kan sudah tidak benar," sebutnya.

Bahkan, dia meminta pemerintah daerah harus tegas, mengingat Kabupaten Tanjab Barat yang kekurangan tenaga ASN.

Halaman
12
Penulis: Darwin
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved