ASN Ikut Berebut Kursi, Panitia Pilkades Desa Sungai Sayang Lakukan Seleksi Tambahan

Sebanyak 24 desa di Tanjab Timur akan menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada November mendatang.

ASN Ikut Berebut Kursi, Panitia Pilkades Desa Sungai Sayang Lakukan Seleksi Tambahan
Tribunjambi/Abdullah Usman
Kabag Pemdes dan Kelurahan Setda Tanjab Timur Abdul Razak. 

 ASN Ikut Berebut Kursi, Panitia Pilkades Desa Sungai Sayang Lakukan Seleksi Tambahan

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Sebanyak 24 desa di Tanjab Timur akan menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada November mendatang.

Di Desa Sungai Sayang, Kecamatan Sadu ada 7 orang kandidat (pendaftar) yang akan berebut kursi kepala desa. Jumlah ini melebihi aturan.

Alhasil panitia Pilkades terpaksa melakukan seleksi tambahan. Sebab menurut aturan, jumlah kandidat calon kepala desa (Cakades) maksimal lima orang.

"Ya, dari pendaftaran yang telah dilakukan, Desa Sungai Sayang yang paling banyak peserta kandidat yang mendaftar,” kata Kabag Pemdes Setda Tanjabtim, Rozak, Senin (30/9).

Baca: Aksi di Jambi Ricuh, Petugas Bubarkan Barisan Mahasiswa dengan Water Canon dan Gas Air Mata

Baca: Acara Penandatanganan NPHD, Bawaslu Mengaku Tak Diundang Pemprov Jambi

Baca: Nunggak 8 Bulan, Listrik Stadion KONI Merangin Diputus PLN, Tagihan Sampai Jutaan

Terkait kandidat Pilkades Sungai Sayang lebih dari lima orang, maka khusus untuk Pilkades Sungai Sayang akan diberlakukan seleksi tambahan sebelum dilakukan penetapan Cakades. 

Seleksi tambahan tersebut berupa penilaian atau pengambilan skor tertinggi. Adapun item yang menjadi penilaian antara lain faktor pengalaman, usia dan latar belakang pendidikan atau ijazah.

"Seleksi tambahan ini intinya mencari lima kandidat yang memiliki nilai tertinggi, baik itu dari faktor pengalaman, usia, maupun ijazah,” jelasnya.

Dengan telah berakhirnya masa pendaftaran Pilkades, maka tahapan selanjutnya adalah penyeleksian berkas. Kemudian dilanjutkan dengan penetapan calon, DPT dan masa kampanye.

Dalam penyeleksian berkas tersebut, pihaknya akan melakukan verifikasi atau keabsahan berkas para bakal calon kades. Jika ditemukan adanya salah satu berkas yang palsu terlebih ijazah, maka bakal calon yang bersangkutan akan digugurkan.

"Ini sesuai instruksi Pak Bupati, panitia Pilkades diminta untuk tegas, dan tidak memihak salah satu kandidat,” sebutnya.

Baca: Seminggu Terjadi 22 Kasus Kejahatan di Kotabaru, Kapolsek Minta Warga Tidak Teledor

Baca: Luas Lahan Terbakar di Tanjab Timur Mencapai 700 Hektar Lebih

Baca: Mulai Diguyur Hujan, Tanjab Timur Masih Diselimuti Kabut Asap Meski Titik Api Hilang

Selain itu dalam penjaringan Cakades tahun ini, selain masyarakat umum juga diikuti empat ASN, dalam bursa Pilkades yang akan digelar pada 20 November mendatang. 

Berkemungkinan adanya salah seorang ASN yang tidak dapat mengikuti Pilkades, karena tidak mendapat izin dari kepala daerah.

"Tapi ini baru kemungkinan, karena kami belum mendapat kepastiannya,” pungkasnya. (usn)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved