Komunitas Tebo Top Berawal dari Acara Makan Bersama

Perlahan namun pasti Kabupaten Tebo memiliki sebuah komunitas yang menjadi pembeda dengan komunitas lainnya.

Komunitas Tebo Top Berawal dari Acara Makan Bersama
ist
Komunitas Tebo Top terbentuk pada tanggal 19 September 2018, berawal dari acara makan bersama. 

Komunitas Tebo Top Berawal dari Acara Makan Bersama

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI -Top Top Tebo Makin Top Sebuah slogan dan jargon yang saat ini semakin familiar di Kabupaten Tebo. Perlahan namun pasti Kabupaten Tebo memiliki sebuah komunitas yang menjadi pembeda dengan komunitas lainnya.

Komunitas ini telah berdiri sejak setahun silam yang disatukan dengan dasar kepedulian, terus bergerak menuju tingkatan-tingkatan yang lebih tinggi. 

Tebo Top terbentuk pada tanggal 19 September 2018. Hanya dipertemukan di sebuah tempat makan bernama Bambu kuliner. Pertemuan tersebut diinisiasi oleh salah seorang penggerak di komunitas motor.

Pertemuan waktu itu dibuka dengan hadirnya dua tokoh yang punya peran penting. Salah seorang adalah camat Tebo Tengah Ade Nofriza dan Yudha Pranata yang waktu itu menjabat sebagai Waka Polres Tebo dan saat ini pindah tugas menjadi Wakapolres Bungo.

Baca: Sulitnya Kenalkan Ojek Online di Sarolangun, INDOJEK Gaet Pengusaha Restoran

Baca: UAS Pajang Foto Detik-detik Gus Dur Lengser dari Istana, Bikin Warganet Baper! Ini Fakta di Baliknya

Baca: Aksi Awkarin Punguti Sampah Bekas Unjuk Rasa Mahasiswa, Begini Pengakuan Teman Young Lex Itu!

Baca: Kisah Pak Tarno Dikejar-kejar Pramugari Cantik Sampai Dapat Anak, Wajahnya Mirip Siapa?

“Bapak Yudha Pranata lah yang mencetuskan nama Tebo Top yang memiliki makna sebuah komunitas yang dengan visi untuk selalu TOP dalam setiap hadir, kegiatan dan peranan yang dilakukannya. TOP juga bermakna untuk mampu dan berusaha ke puncak yang lebih tinggi dan terus naik pada tingkat yang lebih tinggi,” ungkap admin Tebo Top, Adhi Sawank, kepada Tribunjambi.com.

Ada empat aspek yang menjadi dasar pergerakan dan kegiatan Tebo Top yaitu agama, sosial dan kemanusiaan, seni dan budaya serta ekonomi kreatif.

Semua itu juga didasari oleh keaneka ragaman orang-orang yang berkumpul saat itu dengan basic dasar kemampuan masing-masing. Selanjutnya atas ide Ade Nofriza maka sajian 4 buah stick kentang berikut saos di dokumentasikan sebagai cikal bakal logo Tebo Top. (nurlailis)

Penulis: Nurlailis
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved