Tangani Dampak Karhutla, Dinas Kesehatan Siagakan Dokter di Puskesmas Kumpeh

Sejumlah dokter disiagakan di sejumlah Puskesmas yang ada di wilayah Kecamatan Kumpeh.

Tangani Dampak Karhutla, Dinas Kesehatan Siagakan Dokter di Puskesmas Kumpeh
Tribunjambi/Samsul Bahri
Warga Muarojambi yang terdampak karhutla mendatangi rumah singgah. 

Tangani Dampak Karhutla, Dinas Kesehatan Siagakan Dokter di Puskesmas Kumpeh

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI-Sejumlah dokter disiagakan di sejumlah Puskesmas yang ada di wilayah Kecamatan Kumpeh. Selain di Puskesmas, Dinas Kesehatan Kabupaten Muarojambi juga membuat rumah singgah untuk menampung masyarakat yang rentan terhadap dampak Karhutla.

Hal ini disampaikan oleh Yes Isman, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Muarojambi. Ia menyebutkan bahwa penempatan rumah singgah ini ada di Puskesmas Desa Puding, Kecamatan Kumpeh.

"Jadi kita dari Dinas Kesehatan membuat rumah singgah untuk menampung pasien-pasien yang sebagian besar terdampak dari Karhutla yang terjadi saat ini," ujarnya, Jumat (27/9).

Lebih lanjut disampaikan oleh Yes Isman sampai dengan saat ini dari Juli Hingga September ada 13.684 orang yang terdampak ISPA dengan wilayah Kecamatan Kumpeh yang paling banyak. Ia menambahkan selama pelaksanaan di rumah singgah, setidaknya ada sejumlah penyakit yang dikeluhkan masyarakat.

Baca: Bangun Pondasi di Atas Aspal, Konsultan Sebut Rehab Tugu Pedang Merangin Sudah Sesuai RAB

Baca: Verell Bramasta Mencoba Bunuh Diri Loncat dari Apartemen Kemang Village 137, Ngaku ke Anak Uje

Baca: Dokter Forensik Ungkap Kematian Randy Mahasiswa Saat Unjuk Rasa Tolak UU KPK Akibat Tertembak!

Baca: Terungkap 6 Fakta Kerusuhan di Pegunungan Bintang Kamis Malam, 150 Kios Dibakar Orang Mabuk

"Ada nafas sesak, pusing, mual dan ada juga beberapa diare dan juga asma. Itukan pasien yang ditampung di rumah tunggu, akibat asap. Ada yang sesak nafasnya itu segera kita kasih oksigen. Jadi sudah ada dokter dan perlengkapan penunjang," ujarnya.

"Dokter di wilayah masing-masing Puskemas itu ada tiga orang, terus dari tim relawan DKI 5 orang," tambahnya.

Sementara itu, ditambahkan Yes Isman bahwa pihaknya juga melakukan pengobatan keliling untuk langsung memeriksa kesehatan masyarakat. Terlebih lagi memang ada beberapa Desa yang jauh dari jangkauan Puskesmas.

"Jumlah di Kecamatan Kumpeh (red-penderita ISPA) belum saya minta laporannya, karena kita banyak poskonyo, terus tim turun ngobati keliling juga," pungkasnya.

Penulis: samsul
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved