Berita Muarojambi

Jauh dari Puskesmas, Warga di 2 Desa Ini Ramai-ramai Antre untuk dapat Berobat Gratis

Jauh dari Puskesmas, Warga di 2 Desa Ini Ramai-ramai Antre untuk dapat Berobat Gratis

Jauh dari Puskesmas, Warga di 2 Desa Ini Ramai-ramai Antre untuk dapat Berobat Gratis
Tribunjambi/Samsul Bahri
Jauh dari Puskesmas, Warga di 2 Desa Ini Ramai-ramai Antre untuk dapat Berobat Gratis 

Jauh dari Puskesmas, Warga di 2 Desa Ini Ramai-ramai Antre untuk dapat Berobat Gratis

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI -  Ratusan masyarakat dua desa di Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muarojambi, berbondong-bondong mengantre untuk mendapatkan pengobatan gratis.

Hal ini lantaran mereka baru pertama kali mendapatkan kunjungan untuk pengobatan gratis.

Desa Mekar Sari misalnya, harus menempuh waktu sekitar 30 menit untuk berobat ke Puskesmas Puding, sementara Desa Betung membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk dapat menjangkau Puskesmas Puding guna melakukan pemeriksaan kesehatan.

Warga yang hadir untuk mendapatkan pengobatan gratis
Warga yang hadir untuk mendapatkan pengobatan gratis (Tribunjambi/Samsul Bahri)

Dari pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh sejumlah relawan dokter yang ikut melakukan aksi dari kegiatan Aksi kemanusiaan Konsorsium Peduli Korban Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Jambi yang

dilakukan Keluarga Alumni Universitas Gajah Mada (Kagama) Jambi bersama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jambi, ISNU Kota Jambi, lazisNU Kota Jambi, LPPM Universitas Jambi, PMII Universitas Jambi.

Tim Relawan Dokter mendapatkan banyak keluhan dari sejumlah masyarakat mulai dari sesak nafas, batuk, diare dan pusing.

Baca: Krisis Air Bersih, Warga Pulau Mentaro, Keluarkan Rp 25 Ribu Sehari, Hanya untuk Beli Air Galon

Baca: Foto & Video Kepanikan Ambon saat gempa 6,8 SR, Gedung, Jembatan hingga Rumah Rusak, Warga Mengungsi

Baca: Hotman Paris Kupas Satu per Satu Pasal Aneh RUU KUHP, Hal ini yang Paling Disorot Pengacara Kondang

"Keluhannya rata-rata nyeri ulu hati, darah tinggi, sakit kepala, mata pedih. Yang paling dominan adalah batuk, pilek, demam, diare dan sesak nafas. Penyebabnya ya salah satunya kabut asap dan kemarau," ujar Awalita Dokter yang memeriksa warga, Rabu (25/9/2019).

Masyarakat mengeluhkan berbagai penyakit karena kondisi cuaca yang kabut asap dan juga kekeringan akibat kemarau panjang. Saltem misalnya warga Desa Mekar Sari menyebutkan bahwa dirinya merasa sesak nafas dan juga gatal-gatal.

"Iya gatal-gatal sama sesak nafas. yang paling sesak itu pas dari Sabtu kemarin, karno kabut asap tebal nian. ini karno hujan, agak bekurang lah rasonyo sesak tu, tapi mumpung ado pengobatan gratis sekalian lah kito cek," ucapnya.

Warga ramai-ramai berobat gratis
Warga ramai-ramai berobat gratis (Tribunjambi/Samsul Bahri)

"Kito kalau nak berobat jauh, setengah jam lah dari sini ke sano (red- Puskesmas). Baru kali ini lah ado pengobatan gratis, yang turun ke sini. Kalo idak iyo tadi lah kito ke puskesmas dewek," sambungnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ita warga Desa Betung yang menyebutkan bahwa selama ini Ia mengeluhkan sesak nafas. Selama ini untuk pengobatan Ia hanya membeli obat ke warung.

"Paling berobat di toko biaso tu lah kito. Ini agak enakan lah, kemaren-kemaren iyo itu kito sesak nian nafas, apolagi kemarin yang sabtu samo minggu, sesak nian kito," jelasnya.

Jauh dari Puskesmas, Warga di 2 Desa Ini Ramai-ramai Antre untuk dapat Berobat Gratis (Samsul Bahri/Tribunjambi.com)

Penulis: samsul
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved