Begini Penjelasan Kalapas Perempuan Jambi Soal Pasal Remisi dan Rekreasi

Lapas Perempuan Kelas II B Jambi melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) dalam pembahasan rancangan Undang-Undang Pemasyarakatan.

Tribunjambi/Samsul Bahri
Lapas Perempuan Kelas II B Jambi, di Sengeti, Gelar FGD RUU Permasyarakatan 

Begini Penjelasan Kalapas Perempuan Jambi Soal Pasal Remisi dan Rekreasi

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI- Lapas Perempuan Kelas II B Jambi melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) dalam pembahasan rancangan Undang-Undang Pemasyarakatan. 

Dalam kesempatan ini ada beberapa masukan yang disampaikan termasuk juga beberapa pertanyaan. Satu di antaranya dari perwakilan Media, Ikhsan yang mempertanyakan penjelasan terhadap dua pasal yang dipermasalahkan publik.

"Jadi ini kan yang publik pertanyakan mengenai dua pasal yang santer yaitu pasal mengenai remisi dan rekreasi. Mohon penjelasannya, karena kita lihat ini seolah-olah tergopoh-gopoh dalam melaksanakan ini," tanyanya.

Kalapas, Susana Tri Agustin menjawab bahwa pasal remisi dan rekreasi jangan diartikan sempit. Karena menurutnya terkait dengan remisi, jika dilihat berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 9 tahun 2012.

Baca: Jadi Langganan Banjir, BNPB Pasang Alat Pendeteksi Banjir di Pulau Pandan Sarolangun

Baca: Ini Alasan Presiden Jokowi Tolak Batalkan UU KPK Hasil Revisi, sudah 2 Kali Melontarkan Pernyataan

Baca: Kunker ke Tanjab Barat, Fachrori Minta Korban ISPA Dirawat Gratis

Baca: Tutup 30 September, Pemutihan Pajak Kendaraan Tahap II Sumbang PAD Rp 76 Miliar

"Remisi itu, misalnya tipikor itu 20 tahun, ini misalnya. Di dalam dia sudah baik, lalu tidak mendapatkan haknya, tidak dikasih cuti, tidak dikasih remisi terus dia mau ngapain di sini. Mereka berfikir saya tidak dapat apa-apa, kenapa saya baik," terangnya.

"Untuk mendapatkan remisi itu banyak aturan dan syarat-syaratnya yang harus dipenuhi. Jadi kalo dibilang remisi itu mudah, dimana mudahnya,"  sambungnya.

Sementara itu, mengenai dalam pasal RUU yang menyebutkan rekreasi, Kalapas meminta untuk berfikir berbeda. Menurutnya rekreasi antara pola pikir masyarakat di luar lapas dengan di dalam lapas berbeda.

"Kalo yang di luar itu mikirnya rekreasi itukan ke Mall, jalan-jalan. Itu beda dengan kita yang di dalam lapas. Main voli, nyanyi, nonton bersama, itu rekreasi bagi kita jadi beda dengan yang dipikir di luar sana," sebut Kalapas.

Di tambahkan Kalapas bahwa kegiatan  Focus Group Discussion (FGD) dalam pembahasan rancangan Undang-Undang Pemasyarakatan bukanlah sosialisasi. Nantinya hasil diskusi inilah yang akan disampaikan ke pusat.

"Kalo di sini sosialisasi berarti ini tidak menerima masukan, tapi kami menerima masukan, kami berdiskusi. Kalo sosialisasi itu hanya penyampaian akan ada RUU, tetapi kami tidak kami diskusi dan ini akan dilaporkan ke pusat," ujarnya.

Penulis: samsul
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved