Aksi Demo Mahasiswa
Asli Bikin Ngakak, Ini Potret Beragam Media Orasi Mahasiswa dengan Kalimat Kocak, Sebut Drama Korea
Ditengah aksi yang menggerakan seluruh citivas akademika tersebut, ternyata terlihat ada yang tak kalah menarik dari mahasiswa tersebut.
Asli Bikin Ngakak, Ini Potret Beragam Media Orasi Mahasiswa dengan Kalimat Kocak, Sebut Drama Korea
TRIBUNJAMBI.COM - Hampir mahasiswa diseluruh daerah di Indonesia melakukan aksi demo menentang revisi UU KPK, RKUHP dan RUU, Selasa (24/9/2019).
Tak hanya itu, di Jakarta sendiri ribuan mahasiswa juga turun ke jalan melakukan unjuk rasa di depan kantor DPR RI.
Ditengah aksi yang menggerakan seluruh citivas akademika tersebut, ternyata terlihat ada yang tak kalah menarik dari mahasiswa tersebut.
Yakni terkait berbagai media orasi atau spanduk yang dipakai para mahasiswa untuk menyuarakan pendapatnya.
Dikutip dari Kompas.com, kata-kata pada media orasi itu terkesan nyeleneh namun mengena dengan apa yang mau mereka sampaikan.
Foto-foto mahasiswa yang demo sambil mengusung spanduk itu pun jadi viral di media sosial.
Baca: Meski Tak Ikut Demo, Deretan Selebritis Ini Juga Tegaskan Tolak Revisi UU KPK & RKUHP
Baca: Sikap Karni Ilyas Soal Jawaban Ketua BEM UI Tentang RKUHP di ILC: Kalian Ini Sudah Pelajari Belum?
Baca: Jokowi Dapat Ancaman Serius Soal Pelantikan dan Pengumuman Menteri, Fahri Hamzah: Tidak Usah Takut!
Baca: Siapakah Greta Thunberg, Remaja 16 Tahun yang Memarahi Pemimpin Dunia pada KTT Perubahan Iklim PBB?
Pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio mengatakan, tulisan-tulisan ala milenial di spanduk tersebut menunjukkan spontanitas mahasiswa dalam menyuarakan isi hati mereka.
Mahasiswa, kata dia, ingin membuat kalimat sederhana yang tak bertele-tele namun mudah dimengerti mahasiswa dan masyarakat luas.
Termasuk anggota dewan dan pemerintah yang mereka sasar.
"Memang yang penting pesannya dimengerti. Mahasiswa ini kan menyesuaikan dengan apa yang mereka ngerti. Ngertinya bahasa milenial, ya pakai bahasa milenial," ujar Hendri kepada Kompas.com.
Hendri mengatakan, cara tersebut justru efektif bagi mahasiswa untuk menjelaskan apa yang mereka inginkan.
Oleh karena itu, Hendri meminta pemerintah dan anggota dewan tak menganggap remeh tuntutan yang disuarakan para mahasiswa tersebut.
"Memang gerakan ini masih idealis. Kalau sudah menyangkut harga-harga, masyarakat akan turun, sudah tak bisa dikontrol," kata Hendri.
"Maka yang kecil-kecil ini harus diperhatikan oleh pemerintah," lanjut dia.