Berita Jambi
Rela Off Beberapa Jam, PAKU GOJI, Jadi Wadah Komunitas untuk Kegiatan Sosial
Rela Off Beberapa Jam, PAKU GOJI, Jadi Wadah Komunitas untuk Kegiatan Sosial
Penulis: Fitri Amalia | Editor: Deni Satria Budi
Rela Off Beberapa Jam, PAKU GOJI, Jadi Wadah Komunitas untuk Kegiatan Sosial
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Persaudaraan Komunitas Gojek Jambi, satu komunitas siap langsung membantu masyarakat dan juga siap menjadi penyalur bantuan.
Banyak kegiatan telah dilakukan diantaranya Jumat barokah yang melibatkan ojol, masyarakat dan kepolisian.
Paku Goji ingin melakukan kegiatan sosial baik secara internal maupun eksternal persatuan. Seperti yang baru baru ini dilakukan.
Paku Goji turut mambantu temannya teman sesama ojol mencari donatur untuk biaya pengobatan yang membutuhkan dana yang cukup besar.

"Kita juga ada beberapa program yang dijalankan setiap bulannya semacam tali asih, yakni membagi-bagikan snack atau makanan yang disupport Driver Gojek dan Kantor Gojek sendiri," ujar Bayu Kartiko, Ketua Paku Goji, Selasa (24/9/2019).
Paku Goji juga sudah ada yang merangkul, satu diantaranya Gerakan Indonesia Beras yang khusus mendonasikan bantuan beras ke beberapa panti asuhan dan panti jompo
"Mereka meminta tolong kami untuk membantu menyalurkan bantuan, kami selalu siap walau konsekuensi kami harus off beberapa jam. Inilah bentuk kontribusi kami untuk kostumer juga, dari hal yang kecil, disini kita mau sosial bisa tersalurkan social sampai cari duit juga bisa tersalurkan di sini," ucapnya.
Baca: VIDEO : Kasus Karhutla di Jambi, 7 Lahan Perusahaan di 3 Kabupaten Ini Disegel Polisi
Baca: TERBARU Jumlah Korban Tewas Kerusuhan di Wamena Jadi 28 Orang
Baca: Aksi Mahasiswa di Perkantoran Gubernur Jambi, Terdengar 3 Kali Letusan, Beberapa Mahasiswa Pingsan
Paku Goji beranggotakan 50 orang. Di dalam Paku Goji ada 11 komunitas yang tergabung, di antaranya Komunitas Kimajo, Komunitas Kang Gober, Komunitas ATB, Komunitas Gojek Mayang, Komunitas AK47, OSCAR, APS, Kombes, Koar, Mendalo dari 17 komunitas yang disahkan oleh Kantor Gojek.
"Kami juga sedang mencoba membenahi sistem yang ada di kantor Gojek, dari kantor Gojek sendiri sebenarnya sudah memberikan instruksi untuk seluruh driver yang ada di kota Jambi mendirikan komunitas," ujarnya.
Baca: DRIVER Ojek Online Diusir Saat Mau Dilantik jadi Anggota DPRD: Erwin Pakai Jaket dan Helm Ojol
Baca: Kisah Driver Ojol Bawa Penumpang Sambil Nangis, Kerja Nyaris 24 Jam Demi Tebus Obat Istri
Baca: Usai Maghrib, Massa Demonstrasi di DPR RI Merengsek Maju, Hantaman Gas Air Mata Menyambut
Baca: Daftar 8 Pasal Kontroversial RUU KUHP, Mulai Penghinaan Presiden, Aborsi, Hingga Kumpul Kebo
Dia menjelaskan, komunitas ini sendiri juga menjadi perpanjangan tangan agar dapat menyampaikan instruksi dari kantor pusat ke Gojek Jambi, dan bisa tersalurkan pada Driver yang ada di lapangan.
"Kami bergerak itu ada nilai jual,tapi bukan secara komersial dalam artian kalo ada yang punya bantuan dan ingin disalurkan, kami siap membantu menyalurkan," tuturnya.
Bayu sendiri mengatakan gerakan Paku Gojek juga sangat mendukung dengan hadirnya Paku Goji sehingga koordinasi dan komunikasi terjalin dengan baik.
"Kami juga membantu memberikan edukasi pada kantor dengan menunjukkan inilah wadah yang sebenarnya, komunitas itu harusnya seperti ini sehingga koordinasi dan komunikasi terjalin lebih bagus," tegasnya.
Paku Goji dan pihak Kantor Gojek juga merangkul komunitas dan yayasan sosial lainnya. Kedepannya ia juga berencana untuk mendirikan bengkel khusus atribut ojol yakni tempat mereparasi Jaket, helm, dan aksesoris lainnya.
"Kami ingin bermanfaat untuk orang banyak dan ke depannya kami Ingin bersinergi dengan kepolisian, media dan beragam pihak," pungkasnya.
Rela Off Beberapa Jam, PAKU GOJI, Jadi Wadah Komunitas untuk Kegiatan Sosial (Fitri Amalia/Tribunjambi.com)