P2TP2A Ajukan Rumah Aman, Untuk Perlindungan Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Pusat Pelayanan Terpadu Pemerdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Dinas Sosial Kabupaten Muaro Jambi akan membangun

P2TP2A Ajukan Rumah Aman, Untuk Perlindungan Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak
SAYANGI.COM
Ilustrasi kekerasan terhadap anak. 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Pusat Pelayanan Terpadu Pemerdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Dinas Sosial Kabupaten Muaro Jambi akan membangun Rumah Aman.

Hal ini disampaikan Kasi P2TP2A Kabupaten Muarojambi, Fitri.

Ia menyebutkan, rencana pembangunan rumah aman ini digunakan sebagai rumah aman untuk korban perempuan dan anak-anak yang mendapatkan kekerasan.

Rencana pembangunan ini telah disampaikan oleh pihak P2TP2A kepada Bupati Muarojambi.

"Jadi kita telah sampaikan untuk pembangunan rumah aman bagi korban kekerasan. Tujuannya untuk memberikan tempat tinggal pada korban kekerasan yang mungkin jauh tinggalnya atau bahkan yang trauma atau takut untuk pulang," ujarnya.

Ini dirasa perlu menginggat beberapa orang yang pernah membuat laporan atau mengadu menjadi korban kekerasan takut untuk pulang. Tidak hanya itu, di sisi lain P2TP2A juga telah menyampaikan kepada Bupati Muarojambi bahwa pihaknya membutuhkan Psikolog.

"Psikolog juga kita sudah sampaikan kepada Ibu Bupati. Kita tidak ada psikolog di sini, sedangkan kita banyak kasus-kasus yang memang perlu pendampingan psikolog," ujarnya.

"Ibu merespon baik, katanya InshaAllah 2020 akan dikontrak tenaga ahli psikolog untuk nantinya juga mendampingi korban kekerasan secara psikologisnya. Apalagi nanti ada rumah aman, jadi kita harapkan ini bisa membantu korban juga," sambungnya.

Diungkapkan Fitri, upaya-upaya itu merupakan pembenahan diri terhadap internal dari P2TP2A Kabupaten Muarojambi. Selain rumah aman, dan psikolog, P2TP2A Kabupaten Muarojambi juga membutuhkan tenaga advokasi.

"Selama ini kita dari BLH, jadi kita minta ada pengacara yang memang ditempatkan di P2TP2A. Pengacara ini kalau memang sudah masuk ke persidangan, atau saat mau melaporkan ke kepolisian," pungkasnya.

Penulis: samsul
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved