Sumur Kering, Warga Senaung Muarojambi Manfaatkan Sungai Batanghari Meski Keruh
Musim kemarau yang terjadi saat ini menyebabkan kekeringan di wilayah Kabupaten Muarojambi.
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Teguh Suprayitno
Sumur Kering, Warga Senaung Muarojambi Manfaatkan Sungai Batanghari Meski Keruh
TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI-Musim kemarau yang terjadi saat ini menyebabkan kekeringan di wilayah Kabupaten Muarojambi. Masyarakat harus menghemat dalam penggunaan air.
Akibat musim kemarau beberapa bulan terakhir, sejumlah sumur milik warga di Desa Senaung, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muarojambi mengalami kekeringan.
Dampaknya tidak sedikit warga setempat memanfaatkan air Sungai Batanghari untuk mandi cuci dan buang air. Padahal kondisi air Sungai Batanghari sudah terlihat keruh tidak seperti biasanya.
Ruslan warga Desa Senaung yang mengatakan dampak musim kemarau berkepanjangan saat sumur miliknya mengalami kekeringan. Akibatnya Ia bersama istri dan anaknya setiap pagi dan sore terpaksa mandi di aliran Sungai Batanghari.
Baca: Dinas Kesehatan Beberkan Penyebab Meningkatnya Kasus Diare di Muarojambi
Baca: Ratusan Balita di Tanjab Barat Terserang ISPA Akibat Kabut Asap
Baca: Kasus Diare di Muarojambi Meningkat, Agustus Tembus 1.000 Lebih
Baca: Korupsi Proyek Irigasi Kerinci, Ibnu Ziady Divonis Satu Tahun, JPU Masih Pikir-pikir
Baca: Fachrori Umar Ambil Formulir di PDIP, Bangun Koalisi Gemuk untuk Menangkan Pilgub Jambi
Baca: KPU Bungo Khawatir Pilbup Bungo 2020 Terganggu, Ini Alasannya
"Mandi, nyuci sekarang di sini lah kito kareno sumur kering. Ya mau dak mau lah biak pun kondisi air agak keruh kek gini kan. Karno inilah adonyo yang biso kito gunokan. Kalo beli aek tiap hari dak sangup kito," sebutnya.
Hal senada juga dikatakan oleh Yanto yang juga merupakan warga sekitar. Ia menyebutkan bahwa akibat musim kemarau saat ini keluarganya memanfaatkan air Sungai Batanghari untuk kegiatan MCK. Ini juga tidak sanggup jika membeli air bersih setiap harinya.
"Kalo ini kan gratis dak ado bayar kito makeknyo. Rame jugo yang ke sini buat mandi, ado yang angkut buat nyimpan di rumah kan. Buat nyuci piring atau baut basuh-basuh," katanya.
Masyarakat sekitar berharap agar musim kemarau saat ini cepat berlalu. Setidaknya lebih dari tiga bulan wilayah Kabupaten Muarojambi dilanda dengan kondisi kemarau. Meskipun memang ada beberapa waktu lalu terjadi hujan, namun tidak membuat air sumur mikik warga penuh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/19092019_sungai-batanghari.jpg)