Aset Terminal Alam Barajo Jambi Dipecah Dua, Ini Alasan Kepala Balai

Aset lahan terminal tipe A Alam Barajo akan dibagi menjadi dua kepemilikan, 2,4 hektar akan dikuasi Pemkot Jambi.

Aset Terminal Alam Barajo Jambi Dipecah Dua, Ini Alasan Kepala Balai
Tribunjambi/Zulkifli
Kepala Balai Transportasi Darat Wilayah V Jambi Ardono. 

Aset Terminal Alam Barajo Jambi Dipecah Dua, Ini Alasan Kepala Balai

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Aset lahan terminal tipe A Alam Barajo akan dibagi menjadi dua kepemilikan, 2,4 hektar akan dikuasi Pemkot Jambi. Proses inipun tengah berlangsung dalam tahap pengurusan pemecahan sertifikat untuk mengejar rehabilitasi besar-besaran lahan terminal pada 2020 mendatang.

Hal ini disampaikan Kepala Balai Transportasi Darat Wilayah V Jambi Ardono, saat diwawancarai Tribunjambi.com. Kata dia dengan pengurusan kejelasan lahan ini menyangkut dengan gelontoran dana yang akan diterima pada APBN 2020 nantinya.

Sedangkan untuk Pemerintah Kota Jambi akan berguna untuk kegiatan sosial ekonomi masyarakatnya. “Nanti setelah tercatat sebagai aset pusat akan mudah untuk rehabilitasi yang dilakukan,” katanya.

Baca: KPU Bungo Khawatir Pilbup Bungo 2020 Terganggu, Ini Alasannya

Baca: Dinas Kesehatan Beberkan Penyebab Meningkatnya Kasus Diare di Muarojambi

Baca: Api Mendekati Pemukiman, Satgas Karhutla Berencana Bangun Landasan Heli di Sadu Tanjabtim

Baca: Bandar Narkoba di Jambi Ditangkap, Maia Diadili Bersama Dua Rekan Prianya

Baca: Sungai Tembesi Mengering, Dirut PDAM Sarolangun Minta Warga Hemat Air

Untuk luasan terminal sendiri Ardono menyebut memang akan berkurang dari sebelumnya. Yakni dari sekitar 6,6 hektar menjadi 4,2 hektar untuk lahan BPTD. Sedangkan 2,4 hektar sisanya menjadi milik pemkot.

“Untuk posisi lahan pusat dari samping sampai bagian belakang terminal sekarang, sedangkan Kota Jambi akan mendapatkan lahan kebun pepohonan di belakang terminal,” ujarnya.

Diharapkan dengan terbitnya sertifikat ini anggaran perbaikan takkan tersendat. “Setelah terbit sertifikat nanti perencanaan dulu Feasibility Study (FS), DED, dan RAB akan diusulkan ke pusat ke Kementerian Keuangan untuk sediakan anggaran yang nanti keputusannya Direktorat Jenderal Anggaran, jadi kita siapkan perencanaan teknis, anggaran tergantung DED peruntukannnya untuk apa,” ujarnya.

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved