Kamis, 30 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

WIKIJAMBI

Siapa Sebenarnya Prof Elita Rahmi? Satu-satunya Perempuan Calon Rektor Universitas Jambi

Ada sosok perempuan yang bakal maju dalam pemilihan calon Rektor Universitas Jambi periode 2020-2024.

Tayang:
Penulis: Nurlailis | Editor: Duanto AS
Tribunjambi.com/Nurlailis
Prof Dr Elita Rahmi, SH, MH. dari Fakultas Hukum Universitas Jambi. 

Siapa Sebenarnya Prof Elita Rahmi? Satu-satunya Perempuan Calon Rektor Universitas Jambi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Ada sosok perempuan yang bakal maju dalam pemilihan calon Rektor Universitas Jambi periode 2020-2024.

Sampai saat ini sudah ada lima bakal calon yang mendaftar. ( Wikijambi)

Satu di antaranya Prof Dr Elita Rahmi SH, MH, dari fakultas hukum.

Dia merupakan satu-satunya calon perempuan yang mendaftar.

Baca Juga

 Tudingan Terkait Irish Bella, Pengakuan Ammar Zoni tentang Tudingan Menikung Giorgino Abraham

 Lidah Agnez Mo Menjulur-julur Wajah Nempel di Leher French Montana, Pacar atau Strategi Baru?

 KONDISI JAMBI TERKINI 16.000 Orang Kena ISPA, Terungkap Keadaan Sebenarnya Ternyata Seperti Ini

 Beredar Kisah Mistis di Balik Hilangnya Kepala Syahbandar saat Mancing di Air Hitam Laut, Misterius

 Bayi Hadijah Haura 14 Bulan Minum Kopi Tiap Hari, Akhirnya Wajah Jadi Seperti Ini

Siapa sebenarnya Prof Elita Rahmi?

Saat ini, Elita Rahmi menjabat sebagai Ketua Prodi Magister Kenoktariatan Unja.

Dia menjabat sejak 2013.  ( Wikijambi)

Pencalonan rektor inipun baru diikutinya pada periode ini.

Mengenai persiapan, Elita mengatakan tentunya dimulai dari kesehatan fisik, mental dan yang paling penting program kerja yang harus dimunculkan dalam rangka membuat Unja lebih baik ke depannya.

“Program kerja nanti sesuai dengan era sekarang yaitu era digital, pasar bebas, milenial. Unja harus mempersiapkan diri ke sana. Kita bukan hanya mempersiapkan infrastruktur namun bagaimana Unja menjadi bagian dari globalisasi itu sendiri,” ungkapnya.

Mengenai rangking Unja yang menurun, Elita mengatakan rangking merupakan persoalan administratif yang harus dilakukan Unja dalam rangka menyetarakan sarana prasarana proses Tri Darma Perguruan Tinggi.

“Fluktuasi perguruan tinggi Unja memang semakin menurun. Unja sedang menambah program studi yang banyak. Ini sebuah kebanggaan sekaligus tantangan. Mahasiswa yang masuk Unja akan semakin banyak sehingga SDM secara kuantitas pasti meningkat. Namun bagaimana aspek kuantitas ini kita transfer menjadi aspek kualitas. Bagaimana lulusan ini berkualitas, tidak menambah beban negara, yang lulus terampil, inovatif dan kreatif,” paparnya.

Ia sendiri baru menyandang gelar profesor pada 2017.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved