Revisi UU Pemasyarakatan, Jika Rampung Napi Boleh 'Momong' Anak di Penjara

Salah satu poin revisi yang menarik, yaitu pasal yang mengatur narapidana perempuan melahirkan di dalam penjara.

Revisi UU Pemasyarakatan, Jika Rampung Napi Boleh 'Momong' Anak di Penjara
tribunjambi/abdullah usman
Ilustrasi penjara 

Revisi UU Pemasyarakatan, Jika Rampung Napi Boleh 'Momong' Anak di Penjara

TRIBUNJAMBI.COM - DPR dan pemerintah sudah menyepakati hampir semua materi dalam revisi Undangan-Undang Nomor 12 Tahun 1995 Tentang Permasyarakatan.

Demikian diungkapkan Wakil Ketua Komisi III DPR RI Erma Suryani Ranik saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/9/2019).

"Tidak ada (hambatan), sudah oke semua. Kita enggak mau banyak penjara," kata Erma.

Salah satu poin revisi yang menarik, yaitu pasal yang mengatur narapidana perempuan melahirkan di dalam penjara.

Baca: Daftar Harga Toyota Calya dan Daihatsu Sigra Bekas, Mulai Rp 90 Jutaan

Baca: 7 Poin Kesepakatan DPR & Pemerintah Soal Revisi UU KPK, Mulai Penyadapan hingga Penggeledahan

Baca: Benarkah Desa Penari Berada di Wilayah Banyuwangi? Bukti Situs Purba hingga Nama Dukuh

"Dalam UU Permasyarakatan yang lama, tidak mengatur bagaimana menangani perempuan narapidana yang melahirkan di dalam penjara," ujar Erma.

Padahal, data yang dihimpun, ada cukup banyak narapidana perempuan yang masih memiliki tanggungan anak atau yang melahirkan di dalam penjara.

"Datanya di pemasyarakatan, ada 154 sekarang anak yang lahir di penjara," lanjut dia.

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Demokrat Erma Suryani Ranik, saat ditemui di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Senin (21/9/2015)
Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Demokrat Erma Suryani Ranik, saat ditemui di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Senin (21/9/2015) (KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN)

Selain itu, turut diatur pula narapidana perempuan diperbolehkan mengasuh anaknya selama tiga tahun di dalam sel.

Setelah melewati tiga tahun, sang anak tidak diperbolehkan lagi diasuh di dalam penjara.

"Pada umur tiga tahun, makanan ini ditanggung oleh Lapas. Kemudian tiga tahun kita maksimal harus sudah bisa keluar. Karena lewat dari tiga tahun itu dia sudah ngerti kan," lanjut Erma.

Baca: Viral Medsos 2 Cewek Meluncur di Atas Sungai Naik Sepeda Motor yang Digantung Tali

Baca: Ibu Tien Marah Besar, Soeharto Ketahuan Temui Ratna Dewi Soekarno Momen G 30S PKI

Erma berharap, revisi UU tentang Permasyarakatan dapat disahkan seiring dengan diselesaikannya Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKHUP).

"Mudah-mudahan bisa berjalan seiring antara RKUHP dan RUU pemasyarakatan," ujar dia.

Diketahui, Komisi III DPR RI akan kembali membahas revisi UU tentang Permasyarakatan bersama pemerintah pada Selasa (17/9/2019).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jika Revisi UU Ini Rampung, Napi Boleh Asuh Anak di Penjara", https://nasional.kompas.com/read/2019/09/17/06290491/jika-revisi-uu-ini-rampung-napi-boleh-asuh-anak-di-penjara.
Penulis : Haryanti Puspa Sari

Editor: suci
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved