G30S 1965

G30S - Pengakuan Eko, Untung, Jawito, Sukatno: Dituduh PKI, Interogasi & Disiksa, Disilet & Spirtus

Eko Wardoyo mengisahkan kesaksiannya diinterogasi dan disiksa oleh tentara pasca terjadinya Gerakan 30 September 1965 / G30S.

Editor: Nani Rachmaini
Repro: Liputan Khusus Tempo, 1 - 7 Oktober 2012
Salah satu tahanan politik dilakukan interogasi oleh militer. Tak jarang mereka disiksa. 

Di Penjara Cipinang, Eko meringkuk selama empat bulan.

Selesai dari Cipinang, Eko dikirim ke Rumah Tahanan Salemba.

Menurut Eko, di Rutan Salemba, lokasi penahanannya lebih longgar.

Di Salemba, menurut kesaksiannya, ia sempat merawat dan berteman dengan tokoh PKI, Latief.

Setelah dari Salemba, Eko kemudian ditempatkan di penjara Tangerang.

Di Penjara Tangerang, Eko menjalani hidup dari sel ke sel selama 13 tahun

Kisah Tahanan Politik (Tapol) Bedjo Untung dan Jawito: Diberi Makan Nasi Berpasir dan Sayur Bayam Dua Helai di Salemba

Tidak hanya Eko Wardoyo, berikut adalah dua orang saksi yang pernah menjadi tahanan politik dan mengalami penyiksaan.

Dua orang saksi Tapol tersebut adalah Bedjo Untung, dan Jawito yang mengalami nasib serupa di Salemba.

Di penjara Salemba, dituturkan bahwa mereka makan beras dengan nama beras Erwin untuk makanan sehari-hari.

Mereka tak tahu mengapa beras apak dan berpasir itu disebut Erwin.

Sebelum makan, mereka harus memisahkan dulu kerikil kecil atau pasir dari nasi yang telah matang.

Setelah siap dimakan, nasi dibanjiri kuah sayur yang hanya berisi dua helai daun bayam.

Mereka mengaku bahwa mendapat lauk cuma potongan kecil tempe.

"Kami juga pernah diberi bubur, tapi seperti tajin, encer sekali," ujar Jawito.

Bedjo dan Jawito pada awalnya ditahan di markas Kalong di Jalan Gunung Sahari II.

Setelah berpindah-pindah penjara, mereka berdua kemudian disuruh kerja paksa membuat jalan dan membuka lahan pertanian di daerah Cikokol, Tangerang.

Jawito selanjutnya dibuang ke Nusakambangan dan Pulau Buru

Kisah Tahanan Politik (Tapol) Sri Sukatno: Disetrum di Gang Buntu, Kebayoran Lama

Kesaksian lain datang dari seorang tahanan politik perempuan bernama Sri Sukatno.

Ia adalah tapol perempuan yang dipenjara di Bukit Duri dan markas Kalong.

Di tempat tersebut, Sri mengaku disiksa.

Sri Sukatno adalah anggota Gerwani dan mantan jurnalis koran Ekonomi Nasional yang pernah dipenjara di Bukit Duri selama bertahun-tahun.

Ia menuturkan bahwa para tahan dibawa ke Gang Buntu, yang merupakan sebuah tempat di Jalan Kebayoran Lama, yang lokasinya tak jauh dari lampu merah Pasar Bunga Rawa Belong.

Tempat tersebut merupakan bangunan besar yang dulunya sering dipakai sebagai studio untuk memutar film bagi Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra), salah satu organisasi yang berafiliasi dengan Patai Komunis Indonesia (PKI).

Di tempat tersebut, para tahanan politik mengalami siksaan fisik dan psikis dengan berbagai metode.

Tak hanya itu, siksaan fisik juga mengarah di daerah genital.

"Saya disetrum di sini," ujar perempuan ini sambil memperlihatkan gigi-giginya yang tanggal karena siksaan itu.

Selain itu, tempat penahanan dan penyiksaan lain adalah Pusat Investigasi Komando Militer Jakarta Raya di Lapangan Banteng.

Penulis buku Bertahan Hidup di Gulag Indonesia, Carmel Budiardjo, pernah ditahan di sini.

"Tempatnya sekarang ya di Kementerian Agama itu," ujar Bedjo.

Kalangan Militer yang diduga terlibat PKI bakal menjalani pemeriksaan di kompleks Guntur, sekitar Kantor Polisi Militer Kodam Jaya di Manggarai, Jakarta Selatan.

Di tempat itu, mereka harus pasrah menjalani nasib yang kelam.

--

Sumber:

Liputan Khusus Tempo, 1 - 7 Oktober 2012 "Pengakuan Algojo 1965"

--

Tribunnewswiki.com terbuka dengan data baru dan usulan perubahan untuk menambah informasi.

BERITA TERPOPULER:

Beredar Kisah Mistis di Balik Hilangnya Kepala Syahbandar saat Mancing di Air Hitam Laut, Misterius

Viral Ular Piton (Anaconda Indonesia) Hangus di Kalimantan, Sempat Dikira Mahluk Astral

Dendam Kesumat Dibalik Pelantikan Bj Habibie Sebagai Presiden, Hingga Dibilang Tak Punya Otak

VIDEO: Viral Ular Piton Raja Terbakar Hangus, Mirip Hewan Mitologi

FOLLOW INSTAGRAM TRIBUN JAMBI:

TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)

ARTIKEL TELAH TAYANG DI TRIBUNNEWSWIKI

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved