BJ Habibie Meninggal Dunia
Silsilah Keluarga BJ Habibie yang Tak Diketahui Orang, Ainun Dihadapkan Pilihan Pelik
Ketika menikah dengan BJ Habibie, Ainun dihadapkan dua pilihan. Pilihannya tetap bekerja di rumah sakit anak-anak di Hamburg, Jerman atau berkarya di
Ketika menikah dengan BJ Habibie, Ainun dihadapkan dua pilihan. Pilihannya tetap bekerja di rumah sakit anak-anak di Hamburg, Jerman atau berkarya di belakang layar sebagai istri dan ibu rumah tangga.
TRIBUNJAMBI.COM - Sosok BJ Habibie dikenal sebagai orang yang cerdas.
Jauh sebelum menjadi Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Bacharuddin Jusuf Habibie sudah malang melintang di luar negeri, terutama Jerman.
Di zaman Orde Baru, Soeharto memanggil putra Indonesia ini menjadi Menristek, hingga kemudian menjadi Presiden Ketiga RI pada 1998.
Ada banyak hal pada diri BJ Habibie yang tak banyak diketahui orang, termasuk silsilah keluarganya.
Baca Juga
Keistimewaan Makam Nomor 120 dan 121, BJ Habibie Ternyata sudah Pesan Sejak Ainun Berpulang
Langkah Kejutan BJ Habibie dan Sintong Panjaitan, Detik-detik Sehari Setelah Jatuhnya Soeharto
Kisah Cintanya Difilmkan, Produser: Pak Habibie Senang Nonton Teaser Film Habibie & Ainun 3
Kondisi Irish Bella setelah Pendarahan Kandungan, Foto Posisi Kaki Ibel dari Kecil hingga Kini Unik
Ramalan Zodiak Kamis (12/9) - Pisces Capai Target, Aries Jangan Dipaksakan, Leo Sibuk, Virgo Hargai
BJ Habibie lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, pada 25 Juni 1936.
Dia meninggal dunia di Jakarta pada 11 September 2019, akibat penyakit.
Mengutip Wikipedia, BJ Habibie merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan RA Tuti Marini Puspowardojo.
Latar belakang ayahnya sangat berbeda dengan sang ibu.
Ayahnya yang berprofesi sebagai ahli pertanian yang berasal dari etnis Gorontalo, sedangkan ibunya dari etnis Jawa.
Alwi Abdul Jalil Habibie memiliki marga "Habibie", satu di antara marga asli dalam struktur sosial Pohala'a (Kerajaan dan Kekeluargaan) di Gorontalo.
Sementara itu, RA Tuti Marini Puspowardojo merupakan anak seorang dokter spesialis mata di Yogyakarta.
Ayahnya yang bernama Puspowardjojo bertugas sebagai pemilik sekolah.
Marga Habibie dicatat secara historis berasal dari wilayah Kabila, sebuah daerah di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.

Dari silsilah keluarga, kakek dari BJ Habibie merupakan seorang pemuka agama, anggota majelis peradilan agama serta salah satu pemangku adat Gorontalo yang tersohor pada saat itu.
Keluarga besar Habibie di Gorontalo terkenal gemar beternak sapi, memiliki kuda dalam jumlah yang banyak.
Selain itu, keluarganya memiliki perkebunan kopi.
Sewaktu kecil, Habibie pernah berkunjung ke Gorontalo untuk mengikuti proses khitanan dan upacara adat yang dilakukan sesuai syariat islam dan adat istiadat Gorontalo.
Kisah cinta dan Ainun
Pada awalnya, kisah cinta antara Habibie dan Ainun bermula sejak masih remaja, ketika keduanya masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama.
Namun, keduanya baru saling memperhatikan ketika sama-sama bersekolah di SMA Kristen Dago Bandung, Jawa Barat.
Komunikasi mereka akhirnya terputus setelah Habibie melanjutkan kuliah dan bekerja di Jerman, sementara Ainun tetap di Indonesia dan berkuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
BJ Habibie menikah dengan Hasri Ainun Besari pada 12 Mei 1962 di Rangga Malela, Bandung.
Akad nikah Habibie dan Ainun digelar secara adat dan budaya Jawa, sedangkan resepsi pernikahan digelar keesokan harinya dengan adat dan budaya Gorontalo di Hotel Preanger.
Ketika menikah dengan Habibie, Ainun dihadapkan dengan dua pilihan, memilih untuk tetap bekerja di rumah sakit anak-anak di Hamburg atau berperan serta berkarya di belakang layar sebagai istri dan ibu rumah tangga.
Setelah berdiskusi dengan Habibie, Ainun pun akhirnya memilih opsi yang kedua.
Dari pernikahan keduanya, Habibie dan Ainun dikaruniai dua orang putra, yaitu Ilham Akbar Habibie dan Thareq Kemal Habibie.
Pendidikan BJ Habibie
BJ Habibie pernah menuntut ilmu di Sekolah Menengah Atas Kristen Dago. Dia kemudian belajar tentang keilmuan teknik mesin di Fakultas Teknik Universitas Indonesia Bandung (sekarang Institut Teknologi Bandung) pada 1954.
Pada 1955-1965, Habibie melanjutkan studi teknik penerbangan, spesialisasi konstruksi pesawat terbang, di RWTH Aachen, Jerman Barat, menerima gelar diplom ingenieur pada 1960 dan gelar doktor ingenieur pada 1965 dengan predikat summa cum laude.
Dipanggil Soeharto
Habibie pernah bekerja di Messerschmitt-Bölkow-Blohm, sebuah perusahaan penerbangan yang berpusat di Hamburg, Jerman.
Pada 1973, ia kembali ke Indonesia atas permintaan mantan Presiden Soeharto.
Habibie kemudian menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi sejak tahun 1978 sampai Maret 1998.
Gebrakan BJ Habibie saat menjabat Menristek diawalinya dengan keinginannya untuk mengimplementasikan "Visi Indonesia". Menurut Habibie, lompatan-lompatan Indonesia dalam "Visi Indonesia" bertumpu pada riset dan teknologi, khususnya pula dalam industri strategis yang dikelola PT IPTN, PINDAD dan PT PAL.
Targetnya, Indonesia sebagai negara agraris dapat melompat langsung menjadi negara Industri dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sementara itu, ketika menjabat sebagai Menristek, Habibie juga terpilih sebagai Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) yang pertama. Habibie terpilih secara aklamasi menjadi Ketua ICMI pada 7 Desember 1990.
Puncak karier Habibie terjadi pada 1998, dimana saat itu ia diangkat sebagai Presiden Republik Indonesia (21 Mei 1998-20 Oktober 1999), setelah sebelumnya menjabat sebagai Wakil Presiden ke-7 (menjabat sejak 14 Maret 1998 hingga 21 Mei 1998) dalam Kabinet Pembangunan VII di bawah Presiden Soeharto.
Riwayat pekerjaan BJ Habibie
Direktur Utama PT Perindustrian Angkatan Darat (Pindad)
Ketua Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)
Ketua Dewan Pembina Industri Strategis (BPIS)
Ketua Badan Pengelola Industri Strategis (BPIS)
Ketua Dewan Riset Nasional (1999)
Ketua Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam
Anggota Dewan Komisaris Pertamina
Asisten Riset Ilmu Pengetahuan Institut Kontruksi Ringan Rheinsich Westfaelische Technische Hochshule, Aachen, Jerman Barat (1960-1965)
Kepala Departemen Riset dan Pengembangan Analisa Struktur, Hamburg, Jerman Barat (1966-1969)
Kepala Divisi Metode dan Teknologi Pesawat Komersil/Pesawat Militer Messerschmidt Boelkow Blohm (MBB) Gmbh, Hamburg, Jerman Barat (1969-1973)
Wakil Presiden/Direktur Teknologi Messerschmidt Boelkow Blohm (MBB), Hamburg, Jerman Barat (1974-1978)
Penasihat Direktur Utama (Dirut) Pertamina (1974-1978)
Direktur Utama PT Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN), Bandung (1976)
Direktur Utama PT Pelayaran Armada Laut (PAL), Surabaya (1978)
Profesor Kehormatan/Guru Besar dalam bidang Konstruksi Pesawat Terbang Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung (1997)
Riwayat karier pemerintahan BJ Habibie
Menteri Negara Riset dan Teknologi Kabinet Pembangunan V (1983-1988)
Menteri Negara Riset dan Teknologi Kabinet Pembangunan VI (1988-1993)
Menteri Negara Riset dan Teknologi Kabinet Pembangunan VII (1993-1998)
Ketua Tim Keputusan Presiden (Keppres) 35
Wakil Presiden RI ke-7 (1998-1998)
Presiden RI ke-3 (1998-1999)
Riwayat Karir Legislatif
Anggota MPR dari Karya Pembangunan (Golkar) (1992-1997)
Subscribe Youtube
Download Lagu MP3 Dangdut Koplo Full Album, Lengkap Video Nella Kharisma, Via Vallen 3 Jam Nonstop
Download Lagu MP3 dan Video 21 Lagu DJ Remix Full Bass 2019, DJ Opus DJ Nanda Lia DJ Slow
Kondisi Irish Bella setelah Pendarahan Kandungan, Foto Posisi Kaki Ibel dari Kecil hingga Kini Unik
7 Fakta Pembunuhan Hadryil Choirun Nisa, Perempuan Cantik Pengusaha Dibunuh di Kafe Milik Sendiri
Kondisi Irish Bella setelah Pendarahan Kandungan, Foto Posisi Kaki Ibel dari Kecil hingga Kini Unik