7 Fakta Pembunuhan Hadryil Choirun Nisa, Perempuan Cantik Pengusaha Dibunuh di Kafe Milik Sendiri
Pelaku keluar dari kafe seorang diri dengan mengendarai motor. Dia membawa tas beserta perhiasan korban ke rumah yang tidak jauh dari Cafe Penjara.
Pelaku keluar dari kafe seorang diri dengan mengendarai motor. Dia membawa tas beserta perhiasan korban ke rumah yang tidak jauh dari Cafe Penjara. Sampai di rumah, pelaku mandi dan sempat ngopi di warkop.
TRIBUNJAMBI.COM, GRESIK - Seorang perempuan cantik pengusaha di Gresik dibunuh.Hadryil Choirun Nisa, pemilik Cafe Penjara di Gresik, tewas dibunuh pada Selasa (10/9/2019).
Ia tewas saat berkunjung ke Cafe Penjara, yang terletak di Jalan Raya Cerme, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik.
Hal itu disampaikan ibunda Hadryil Choirun Nisa saat ditemui di RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik, Rabu (11/9/2019).
Baca Juga
Ramalan Cinta Zodiak Hari Ini (12/9) - Capricorn Sederhana, Cinta Taurus Penuh Perjuangan Batin
Viral Medsos Nenek-nenek Diusir Anaknya lalu Menangis-nangis di Warung, Orang-orang Iba Hati
Keistimewaan Makam Nomor 120 dan 121, BJ Habibie Ternyata sudah Pesan Sejak Ainun Berpulang
Download Lagu MP3 Kompilasi 25 Dangdut Koplo Terbaik 2019 dan Video Nella Kharisma Via Vallen
Download Lagu MP3 dan Video 21 Lagu DJ Remix Full Bass 2019, DJ Opus DJ Nanda Lia DJ Slow
Sang ibunda mengaku bahwa putrinya sempat berpamitan pada orangtuanya.
Ia mengatakan, akan menemui rekan usahanya.
"Anaknya masih pakai seragam kerja. Habis Magrib keluar rumah untuk menemui teman usahanya," ujar ibunda Nisa'
1. Korban Sempat Berpamitan pada Orangtua
Sebelum kejadian, korban sempat pamit kepada keluarganya sekitar pukul 18.30 WIB.
Ia hendak menemui rekan usahanya di Kafe Penjara.
"Anaknya masih pakai seragam kerja. Habis Magrib keluar rumah untuk menemui teman usahanya," ujar sang ibunda saat menunggui jenazah putrinya di kamar mayat RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik, Rabu (11/9/2019).
2. Pak Lurah Menjemput Ibunda Hadryil di Rumah
Meski awalnya berpamitan untuk pergi ke tempat usahanya, namun hingga larut malam, Hadryil Choirun Nisa'a tak kunjung pulang.
Sang ibunda yang menghubunginya via pesan WhatsApp hanya terkirim, tak terbaca.