BJ Habibie Meninggal Dunia
Seperti Apa Pesawat R80? Satu Ciptaan BJ Habibie yang Belum Terwujud hingga Tutup Usia, Rilis 2025
Seperti Apa Pesawat R80? Satu Ciptaan BJ Habibie yang Belum Terwujud hingga Tutup Usia, Rilis 2025
“(Ini akan) menunjukkan pada dunia, bahwa rakyat Indonesia commited, meski hanya 50.000 (orang yang memberi donasi),” kata dia.
Bila proyek pesawat R80 terwujud dan pesawatnya sudah mengudara, kata Habibie, apa saja bakal bisa dibuat oleh anak-anak negeri ini.
Habibie juga sering membanggakan kehebatan dari R80.
Menurut dia, pesawat yang digerakkan oleh baling-baling memiliki kelebihan seperti mampu mengangkut penumpang dalam jumlah banyak, yakni antara 80-90 orang, waktu berputar yang singkat, hemat bahan bakar, dan perawatan yang mudah. Habibie menyebut bahwa pesawat ini nantinya tidak kalah hebatnya dibandingkan Boeing 777.
Baca: Barbie Kumalassari Bahasa Inggrisnya Belepotan, YouTuber Sacha Stevenson: Jangan-jangan Dia Sengaja
Baca: Cemas, Wabup dan Sekda Kerinci, Berharap Intansi Terkait Bisa Konsentrasi, Ini Masalahnya
Baca: Air PAM Tidak Mengalir di RS Ahmad Ripin, Ini Penjelasan PDAM Tirta Muarojambi
Baca: Tuntutan Pengunjuk Rasa Terkait Karhutla, DPRD Temui Mahasiswa, Ini Tanggapan DPRD Provinsi Jambi
Pesawat R80, lanjut dia, sangat tepat digunakan untuk tipe bandara sedang yang banyak ada di Indonesia.
Namun, Habibie tak pernah sempat menyaksikan pesawat itu mengudara.
Pesawat N-250 dan kekecewaan Habibie
"Dengan pesawat ini, buatan mereka sendiri, seluruh pulau di Indonesia bisa terhubung. Bayangkan infrastruktur yang berkembang, kemajuan ekonomi di pulau-pulau itu. Mereka bisa mandiri. Tapi ternyata bangsa ini tidak mau." Kutipan di atas muncul dalam salah satu adegan film Habibie dan Ainun yang tayang pada 2012.
Diperankan Reza Rahardian, Habibie terlihat mendatangi Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN), perusahaan yang sekarang sudah berganti nama jadi PT Dirgantara Indonesia (PT DI).
Momentum dalam adegan tersebut terjadi setelah pertanggungjawaban Habibie sebagai Presiden Indonesia ditolak MPR pada 20 Oktober 1999.
Di situ, Habibie menyambangi pesawat N-250. Kutipan di atas dia ucapkan setelah mengusap debu yang ada di permukaan pesawat tersebut.
Ketika Kompas.com sempat bertemu Habibie pada 2013, kesan yang sama masih terpancar saat bicara pesawat.
Menurut Habibie, momentum N-250 seharusnya sangat tepat untuk titik tolak kejayaan industri dirgantara Indonesia, andai proyek pesawat itu berjalan sesuai rencana.
Baca: Ilham Ungkap Besarnya Rasa Cinta Habibie Untuk Ibunya, Ungkap yang Didamba Setelah Ainun Wafat
Baca: KEBOHONGAN Ajun Perwira ke Jennifer Jill Terkuak, Ingkar Janji Soal Nge-DJ, Istri: Bodo Amat Lah
Baca: Kabupaten Tanjab Timur Bersiap Jadi Kota Lintas, Ini 2 Daerah yang Dilalui
Baca: Peluk Erat dan Menangis Dipelukan BJ Habibie, Momen Haru Xanana Gusmao Presiden Pertama Timor Leste
Visi, tegas Habibie, yang semestinya menuntun arah langkah bangsa ini.
Dia menolak menggunakan kata “mimpi”, karena buat dia diksi itu identik dengan angan-angan.