Peluk Erat dan Menangis Dipelukan BJ Habibie, Momen Haru Xanana Gusmao Presiden Pertama Timor Leste
Video Presiden Pertama Timor Leste, Xanana Gusmao bersimpuh dan memeluk Presiden Ketiga BJ Habibie viral di media sosial
Peluk Erat dan Menangis Dipelukan BJ Habibie, Ini Momen Haru Xanana Gusmao Presiden Pertama Timor Leste
TRIBUNJAMBI.COM - Video Presiden Pertama Timor Leste, Xanana Gusmao bersimpuh dan memeluk Presiden Ketiga BJ Habibie viral di media sosial.
Momen haru memperlihatkan Xanana Gusmao terlihat berbincang dengan BJ Habibie yang sedang terbaring di ranjang rumah sakit.
Xanana Gusmao menggenggam tangan BJ Habibie kemudian memeluknya erat.
Momen mengharukan Xanana Gusmao menggegam erat tangan BJ Habibie untuk terakhir kalinya.
Baca: Dikira UFO, Koleksi Mobil BJ Habibie Mercedes Gullwing yang Langka di Dunia Ditemukan di Hutan Jambi
Baca: SISWA Bunuh Begal Mau Perkosa Pacarnya, Ambil Pisau dari Jok Motor: Tikam Misnan hingga Tewas
Baca: Begini Nasib Siswa yang Bawa Celurit Demi Ambil Ponsel yang Disita di Ruang Guru!
Baca: Fakta Sebenarnya Unggahan Viral Lampu Menyala Ditempelkan ke Celana Dalam, Disebut Ada Energi Ion
Tidak diketahui kapan Xanana menjenguk Habibie, namun diduga video yang dibagikan oleh @KatolikG itu merupakan video terbaru.
Berikut video mengharukan antara Xanana dan Habibie:
Ia memang dikenal sebagai gerilyawan.
Pada tahun 1974, Xanana bergabung dengan Fretilin (Frente Revolucionaria de Timor-Leste Independente) yang merupakan gerakan pertahanan berjuang untuk kemerdekaan Timor Timur.
Saat itu, Timor Timur masih menjadi bagian dari Indonesia.
Baca: Begini Kesaksian Penggali Makam BJ Habibie! Tanah Empuk dan Tanpa Batu Saat Digali!
Baca: BJ Habibie Soal Kematian, Tak Takut Ajal Menjemput, di Kavling 120, Di Sana Tempat Saya Nanti
Baca: Agar Terhindar dari Tukang Intip hingga Privasi Aman, Ini 5 Fitur WhatsApp yang Bisa Kamu Manfaatkan
Perjuangannya selama 20 tahun di hutan dan pegunungan tak sia-sia. Setelah Presiden Soeharto turun dan Presiden BJ Habibie memegang tampuk kekuasaan, Timor Timur segera mendapat referendum kemerdekaan.
Alasan melepaskan Timor Timur saat itu tertulis dalam buku 'Detik-Detik yang Menentukan'.
Habibie menjelaskan, kemerdekaan Timor Timur adalah jalan yang harus dipilih.
Menurutnya, setiap bangsa berhak menentukan nasibnya sendiri.
Maka, setelah 23 tahun bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), rakyat Timor Timur memilih untuk merdeka.