Berita Tanjab Timur

Kabut Asap di Laut, Nelayan di Tanjab Timur Diimbau Gunakan GPS dan Radio Kontrol

Kabut Asap di Laut, Nelayan di Tanjab Timur Diimbau Gunakan GPS dan Radio Kontrol

Kabut Asap di Laut, Nelayan di Tanjab Timur Diimbau Gunakan GPS dan Radio Kontrol
tribunjambi/Abdullah Usman
Kabut Asap di Laut, Nelayan di Tanjab Timur Diimbau Gunakan GPS dan Radio Kontrol 

"Per unitnya lengkap fullset untuk alat GPS ini harganya cukup tinggi per unit Rp 7 juta," tuturnya.

Baca: Dulu Pengawal Presiden Soekarno, Kini Mbah Waris Berjualan Koran Demi Bertahan Hidup!

Baca: Kepala Sekolah dan Guru TK Berduaan di Ruang di Gelapnya Malam, Begini Reaksi Warga yang Geram!

Baca: Anies Baswedan Sebut Kondisi Presiden RI ke 3 BJ Habibie Cukup Berat, Ada Apa Sebenarnya?

Kalau untuk pengguna kapal di atas 10 GT, GPS kata Ibnu Hayat, sudah wajib dimiliki. Saat ini di Tanjab Timur kapal motor yang berkapasitas di atas 10 GT tersebut jumlahnya di atas belasan mungkin sampai puluhan.

"Meski demikian masih ada sebagian yang belum memiliki GPS, sebagian ada meski beda tipe (sejenis radio)," jelasnya.

Sejauh ini pihaknya masih berkoordinasi dengan pihak terkait, baik melibatkan instansi pemerintahan yang ada di pemda maupun provinsi.

Terutama berkoordinasi dengan BMKG untuk mengetahui terkait gelombang dan cuaca saat ini di lautan.

Sejauh ini bilang Ibnu Hayat, belum ada laporan dari nelayan namun dari hasil pantauan satuan kerja (satker) di lapangan pada Juli lalu, bersama KPLP, Airud, Syahbandar dan dinas perikanan provinsi didampingi dinas perikanan kabupaten.

"Adapun tujuan pengecekan tersebut diantaranya untuk mewaspadai dampak cuaca buruk dan kabut di kawasan laut akibat kebakaran hutan," tuturnya.

Kabut Asap di Laut, Nelayan di Tanjab Timur Diimbau Gunakan GPS dan Radio Kontrol (Abdullah Usman/Tribunjambi.com)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved