Pedagang Pasar Keramat Tinggi Jambi Sebut Satpol PP Semena-mena

Satpol PP Kabupaten Batanghari, melakukan penertiban pedagang di kawasan Pasar Keramat Tinggi, Kecamatan Muara Bulian, Senin (9/9) sekira pukul 09.30

Pedagang Pasar Keramat Tinggi Jambi Sebut Satpol PP Semena-mena
Tribunjambi/Rian Aidilfi
Satpol PP Kabupaten Batanghari, melakukan penertiban pedagang di kawasan Pasar Keramat Tinggi, Kecamatan Muara Bulian, Senin (9/9) sekira pukul 09.30 WIB. 

Pedagang Pasar Keramat Tinggi Jambi Sebut Satpol PP Semena-mena

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Satpol PP Kabupaten Batanghari, melakukan penertiban pedagang di kawasan Pasar Keramat Tinggi, Kecamatan Muara Bulian, Senin (9/9) sekira pukul 09.30 WIB.

Penertiban yang dilakukan yakni lapak-lapak pedagang pasar yang memakan badan jalan milik pemerintah daerah.

Pantauan di lapangan, penertiban dilakukan oleh puluhan anggota Satpol PP Batanghari bersama TNI, Polri, Damkar, dan instansi terkait. Ada beberapa toko pedagang yang ditertibkan. Selain itu petugas juga membongkar secara paksa lapak pedagang.

Menanggapi hal itu salah satu pedagang Pasar Keramat Tinggi yang bangunan toko miliknya ditertibkan sempat protes dan adu mulut dengan anggota Satpol PP karena merasa tidak terima dengan penertiban itu.

Bahkan pedagang yang biasa disapa Pak Egi juga menyebutkan penertiban tersebut seakan tidak adil dan semena-mena.

Baca: Yahya Ditangkap di Warung Soto Muara Bulian, Gara-garanya Kelakuan Tahun 2014

Baca: Ratusan Hektar Sawah Gagal Panen, Amir Sebut Stok Pangan di Jambi Masih Aman

Baca: Maulana Perintahkan Satpol PP Jaga Jalan Pasar Talang Banjar, Pedagang Bisa Ditangkap

Baca: Empat Hari Api di Bathin III Ulu Bungo Belum Padam, Damkar Terkendala Akses Jalan

Baca: BREAKING NEWS, Kabut Asap di Kota Jambi Makin Berbahaya, Libur Siswa PAUD TK SD dan SMP Diperpanjang

"Kalau mau ditertibkan harus merata, jangan di sini saja. Semuanya ditertibkan, jangan di sini saja jadi semua adil, ekonomi di sini morat-marit. Saya bukan hanya berjualan di sini saja, kalangan juga, " kata Pak Egi dengan nada kesal.

Walaupun Pak Egi mengetahui, bahwa ruang milik jalan itu 8 meter dari median jalan akan tetapi ia tetap saja penertiban tidak adil.

"Saya tahu aturannya. Akan tetapi ini tetap saja semena-mena. Saya siap kalau ditertibkan, tetapi kenapa hanya dari toko saya saja. Kenapa tidak dari depan," kesalnya. (*)

Kasatpol PP Batanghari, Ahmad Hariyono mengatakan penertiban itu bukan semena-mena di mana sebelumnya pihak Satpol PP telah melakulan sosialisasi dan peringatan kepada seluruh pedagang nakal tersebut.

"Sebelumnya sudah ada pemberitahuan pertama, kedua dan ketiga. Dan ini tindak lanjutnya, lagian ini sudah sesuai dengan batas waktu yang telah diberikan," sebutnya disela penertiban.

Sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Zaili Maydhad selaku Kasi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan saat dikonfirmasi mengatakan Rumija tersebut sesuai dengan Perda nomor 9 tahun 2013 tentang Izin Milik Bangunan (IMB) dan Rumija. Dimana untuk IMB dengan panjang 16 meter dari median jalan, sementara untuk panjang Rumija itu 8 meter dari median jalan.

"Ruang milik jalan ada aturan tersendiri yang tertuang dalam Perda Kabupaten Batanghari, di mana dari as jalan itu 8 meter ke kiri dan kanan," ujar Maydhad.

"Pedagang sudah mengambil rumija, kalau ada pembangunan tentu saja ini menjadi penghambat," imbuhnya.

Baca: Mengaku Dajjal, Pemuda di Jambi Bacok Ibu Tukang Sayur hingga Tewas

Baca: Orang tua Tak Sempat Diselamatkan, Bocah 11 Tahun Tenggelam Saat Mandi di Sungai Batang Bungo

Baca: Begini Kronologi Penangkapan Tersangka Pengedar Rokok Ilegal di Bungo

Baca: Peralihan Musim, BMKG Imbau Warga Kerinci dan Sungai Penuh Waspadai Angin Kencang

Baca: Pelaku Gunakan Parang Panjang untuk Bunuh Tukang Sayur di Suak Kandis Jambi

Menurut Maydhad hal ini dilakukan juga disebabkan adanya perehaban jalan dan pembangunan bronjong di lokasi tersebut.

"Perehaban jalan sepanjang 1,2 km. Dengan spot-spot tersendiri, kebetulan bahu jalan itu digunakan pedagang. Beruntung adanya penertiban ini," beber Maydhad.

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved