Empat Hari Api di Bathin III Ulu Bungo Belum Padam, Damkar Terkendala Akses Jalan
Hingga Minggu (8/9/2019) sore, api di Dusun Apung, Kecamatan Bathin III Ulu, masih menyala. Terhitung, sudah lebih empat hari api membakar lahan di se
Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Teguh Suprayitno
Empat Hari Api di Bathin III Ulu Bungo Belum Padam, Damkar Terkendala Akses Jalan
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Hingga Minggu (8/9/2019) sore, api di Dusun Apung, Kecamatan Bathin III Ulu, masih menyala. Terhitung, sudah lebih empat hari api membakar lahan di sekitar kawasan itu.
Kasatpol-PP dan Damkar Bungo, Yos Army melalui Kasi Penyelamatan dan Pemadaman Ariyanto dikonfirmasi mengatakan, api sulit dipadamkan lantaran akses jalan yang sulit. “Sampai sekarang api belum bisa dipadamkan,” katanya.
Dia menyampaikan, tim damkar juga sudah turun ke lokasi. Namun karena akses menuju lokasi sulit, pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Danramil dan Polsek setempat, serta masyarakat sekitar. Selain itu, damkar juga sudah meminta bantuan BPBD Bungo untuk menurunkan armadanya.
"Semua peralatan sulit dibawa ke lokasi. Jadi, kini masih berusaha memadamkan secara manual,” jelasnya.
Dugaan sementara, kebakaran lahan itu terjadi karena pembukaan lahan yang merembet ke lahan. Sulitnya akses menuju lokasi kebakaran membuat warga sekitar semakin cemas, sebab api sulit dipadamkan.
Baca: Begini Aksi Brutal Pemuda Kumpeh yang Tewaskan Ibu Tukang Sayur
Baca: Peralihan Musim, BMKG Imbau Warga Kerinci dan Sungai Penuh Waspadai Angin Kencang
Baca: Pelaku Gunakan Parang Panjang untuk Bunuh Tukang Sayur di Suak Kandis Jambi
Baca: Isak Tangis Warnai Kedatangan Ratusan Jamaah Haji Tanjab Barat
Baca: DATANGI Satlantas, Zainal Abidin Tantang Duel Polantas Polres hingga Tak Sadarkan Diri & Tewas
Informasi yang Tribunjambi.com himpun, awalnya kebakaran terjadi di tiga titik dekat permukiman warga, namun api tersebut masih bisa dipadamkan dengan alat seadanya.
Namun, api kemudian menjalar lahan yang sulit dijangkau. Api diduga membakar lahan karet milik warga.
"Tapi kami belum bisa memastikan api dari mana," katanya.
Warga sekitar berharap ada bantuan dari pihak terkait untuk memadamkan api.
Sejauh ini, pemadaman hanya dilakukan dengan alat seadanya. Danramil 416-01/Rantau Pandan Kapten Inf Adrial Nursal kemarin (7/9/2019) mengatakan, pemadaman kebakaran yang sudah terjadi tiga hari ini terpaksa dilakukan manual bersama masyarakat sekitar.
Proses pemadaman api tersebut semakin sulit karena tiupan angin yang kencang. Lebih lanjut, komandan regu Damkar Bungo yang sempat membantu pemadaman, Afdal tidak menampik keterangan tersebut.
Susahnya akses masuk ke lokasi kebakaran jadi masalah pemadaman.
"Perkiraan sementara, kurang lebih 30 hektare sudah terbakar," katanya, Sabtu (7/9/2019) malam.
Dia juga belum mengetahui pasti penyebab kebakaran itu. Hingga berita ini dituliskan, dia menjelaskan api belum dapat dipadamkan.
Dijelaskannya, jarak lokasi kebakaran dari Mako Damkar Muara Bungo sekitar 60 km. Akses jalan dan medan yang sulit menjadi masalah dalam pemadaman tersebut.
"Api belum bisa dipadamkan secara keseluruhan. Kami baru mampu mengurangi ruang gerak api tersebut, karena keterbatasan peralatan dan air," jelasnya.
Hingga berita ini ditulis, kerugian karena kebakaran lahan itu juga belum dapat dipastikan.
(Tribunjambi.com/ Mareza Sutan A J)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/09092019_karhutla-bungo.jpg)