Begini Kronologi Penangkapan Tersangka Pengedar Rokok Ilegal di Bungo

Beberapa hari sebelum penangkapan, SS dihubungi RA (DPO) yang menyampaikan bahwa rokok yang biasa dibeli tersangka sudah tersedia di toko HU di Bangko

Begini Kronologi Penangkapan Tersangka Pengedar Rokok Ilegal di Bungo

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Berkas tersangka perkara bea cukai rokok berbagai merek telah diterima pihak Kejaksaan Negeri Bungo. Kasi Pidsus Kejari Bungo, Galuh Bastoro Aji mengatakan, tersangka perkara cukai tersebut berinisial SS (35) yang sudah ditahan sejak 5 Juli 2019 lalu.

Dia menjelaskan, tersangka tertangkap bersama EK (penuntutan terpisah) pada Juli lalu di Kelurahan Sungai Pinang.

"TKP-nya di Jalan Durian, Kelurahan Sungai Pinang, Kecamatan Bungo Dani, Kabupaten Bungo," kata Galuh.

Dari kronologi yang Tribunjambi.com peroleh, rokok ilegal itu didapati dari HU (DPO). Beberapa hari sebelum penangkapan, SS dihubungi RA (DPO) yang menyampaikan bahwa rokok yang biasa dibeli tersangka sudah tersedia di toko HU di Bangko.

Kemudian SS meminta RA untuk mengantarkannya ke Jalan Lingkar arah Bandara Muara Bungo.

Malam sebelum penangkapan, SS sempat menceritakan itu pada EK. Kemudian sekitar pukul 21.30, EK menemui anak buah HU di Jalan Lingkar arah Bandara Muara Bungo dengan mengendarai mobil SS jenis pikap Isuzu Panther.

Baca: BREAKING NEWS, Kabut Asap di Kota Jambi Makin Berbahaya, Libur Siswa PAUD TK SD dan SMP Diperpanjang

Baca: Empat Hari Api di Bathin III Ulu Bungo Belum Padam, Damkar Terkendala Akses Jalan

Baca: Begini Aksi Brutal Pemuda Kumpeh yang Tewaskan Ibu Tukang Sayur

Baca: Dikepung Kabut Asap, Ribuan Warga Tanjab Timur Menderita ISPA

Baca: Polisi Temukan Potongan Alat Vital di Belakang Rumah Saat Menangkap Rahman

"Sekira pukul 23.00 WIB, setelah selesai memuat rokok EK kembali ke rumah SS," jelasnya.

Mereka sempat berbincang sejenak. Sekitar pukul 01.15 WIB mereka hendak mengantar rokok-rokok tersebut ke daerah Sungai Buluh. Namun sekitar pukul 01.30 WIB keduanya dihentikan tim penindakan dan penyidikan KPP Bea Cukai TMP B Jambi yang sebelumnya sudah mendapatkan informasi intelijen bahwa keduanya membawa rokok ilegal.

Dari tangan keduanya didapati barang bukti berupa rokok jenis SKM merek L4 Bolt yang dilekati pita cukai palsu sebanyak 30 koli dengan total 120 ribu batang, jenis SKM merek Luffman warna merah yang tidak dilekati pita cukai sebanyak 2 koli dengan total 20 ribu batang, jenis SKM merek Luffman warna silver yang tidak dilekati pita cukai sebanyak 3 koli dengan total 30 ribu batang, dan jenis SKM merek Laris Brow yang tidak dilekati pita cukai sebanyak 20 koli dengan total 80 ribu batang.

Galuh mengatakan, berdasarkan hasil penghitungan ahli bea cukai, pebuatan tersangka menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 108.766.250.

Galuh menambahkan, perkara ini akan ditangani jaksa Kejari Bungo dan saling berkoordinasi dengan Kejati Jambi.

Tersangka dijerat dengan dakwaan alternatif. Pertama, pasal 56 Undang-undang nomor 39 tahun 2007 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 11 tahun 1995 tentang Cukai Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Atau kedua, pasal 54 undang-undang nomor 39 tahun 2007 tentang perubahan Undang-undang nomor 11 tahun 1995 tentang Cukai Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

"Ancamannya, paling singkat satu tahun atau paling lama 5 tahun, dan denda paling sedikit dua kali lipat atas kerugian cukai itu atau paling banyak 10 kali lipat," jelasnya.(Tribunjambi.com/ Mareza Sutan A J)

Penulis: Mareza
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved