Dikepung Kabut Asap, Ribuan Warga Tanjab Timur Menderita ISPA
Kabut asap akibat kahutla tampaknya belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.
Penulis: Abdullah Usman | Editor: Teguh Suprayitno
Dikepung Kabut Asap, Ribuan Warga Tanjab Timur Menderita ISPA
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Kabut asap akibat kahutla tampaknya belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Dinas Kesehatan Tanjab Timur mencatat pada Agustus daftar penderita ISPA mencapai angka 2000an jiwa, Senin (9/9)
Semakin parahnya kondisi kabut asap di Kabupaten Tanjab Timur beberapa pekan terakhir berdampak pada jumlah penderita Infeksi Saluran Pernafasan (ISPA).
Tercatat pada dua bulan terakhir jumlah penderita ISPA di Tanjab Timur mengalami perubahan angka, dimana pada bulan Juli lalu penderita ISPA di Tanjab Timur di angka 2.086 jiwa sedangkan pada bulan Agustus meningkat menjadi 2.211 jiwa.
"Meski demikian jika dilihat dalam hitungan bulan bulan sebelumnya, tidak terlalu masalah meski angkanya cukup tinggi," ujar Kabid P2TP2 Dinkes Tanjab Timur Jumiati.
Baca: Kualitas Udara Kota Jambi Sentuh Level Berbahaya, Pemkot 2 Hari Liburkan Siswa Jam Belajar Dikurangi
Baca: Edi Purwanto: Tidak Ada Lagi Istilah Uang Ketok Palu
Baca: Wabup Tebo, Syahlan Hadiri Pelantikan 55 Anggota DPRD Provinsi Jambi
Baca: Dilantik Menjadi Anggota DPRD Jambi Termuda, Ini Program yang akan Dibawah Ezzaty
Baca: Nyatakan Maju Pilkada Bungo 2020, Riduwan Ibrahim: Saya Sudah Istikharah
Dikatakannya pula, dari data tersebut didominasi kasus tertinggi berada di Kecamatan Dendang dan Berbak. Secara data kasus kebakaran di dua lokasi tersebut termasuk terbesar terjadinya kasus kebakaran hutan dan lahan di Tanjab Timur.
"Untuk sejauh ini, kasus ISPA masih bisa tertangani dengan baik di puskesmas masing-masing, belum ada korban meninggal dan dirawat rujukan," tuturnya.
Dinas kesehatan menghimbau masyarakat untuk menggunakan penyaring udara (masker) saat beraktifitas di luar rumah.
