Berita Jambi
Terjaganya Pasokan Komoditas, Agustus 2019 Jambi dan Kabupaten Bungo Deflasi
Terjaganya Pasokan Komoditas, Agustus 2019 Jambi dan Kabupaten Bungo Deflasi
Penulis: Fitri Amalia | Editor: Deni Satria Budi
Terjaganya Pasokan Komoditas, Agustus 2019 Jambi dan Kabupaten Bungo Deflasi
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Perkembangan Indeks Harga Konsumen Kota Jambi Agustus 2019 mengalami deflasi 0,84 persen (mtm). Sejalan dengan Kota Jambi, Kabupaten Bungo juga tercatat deflasi sebesar 0,13 persen (mtm).
Bayu Martanto, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jambi dalam siaran pers BI mengatakan, secara akumulasi, Provinsi Jambi mengalami deflasi sebesar 0,77 persen (mtm) atau secara tahunan mengalami inflasi 2,88 persen (yoy).
Perkembangan inflasi tersebut lebih rendah dibandingkan Juli 2019 yang tercatat inflasi sebesar 0,44 persen (mtm). Secara tahun kalender (Januari-Agustus), laju inflasi Provinsi Jambi tercatat inflasi sebesar 1,41 persen (ytd).
Baca: BREAKING NEWS, Kabut Asap, Udara di Kota Jambi Kategori Berbahaya, Edaran Walikota, Siswa Diliburkan
Baca: Pemkab Tanjabtim Ikuti Lelang Komoditas Terpadu Provinsi Jambi, Andalkan Produk Lokal
Baca: Cara dan Syarat Penukaran Uang Rusak di Bank Indonesia, Atau Bisa Kunjungi Tempat-tempat Ini
Penyebabnya utama inflasi Provinsi Jambi pada Agustus 2019 karena penurunan harga kelompok bahan makanan seiring dengan terjaganya pasokan di tengah penurunan permintaan.
Komoditas bahan makanan yang menjadi penyumbang utama deflasi adalah daging ayam ras dan bawang merah.
"Turunnya harga daging ayam ras utamanya disebabkan oleh terjaganya pasokan di tengah permintaan yang tidak setinggi periode sebelumnya," ujarnya.
Baca: 35 Karung Padi dan Beras 100 Kg Terbakar, 1 Unit Rumah Terbakar di Senyerang, Tanjab Barat
Baca: Terbawa Angin, Debu Batubara Berterbangan Ke Rumah Warga di Desa Muarojambi
Baca: Kondisi Udara Berbahaya, Siswa TK PAUD & SD di Kota Jambi, Diliburkan, Ini 4 Poin Maklumat Walikota
Stok daging ayam ras kembali normal setelah pada periode Ramadhan dan Idul Fitri 1440 H lalu sempat mengalami kekosongan akibat tingginya permintaan.
Komoditas bawang merah dan sayur-sayuran juga mengalami penurunan disebabkan suplai yang terjaga seiring dengan masuknya periode panen di beberapa daerah sentra.
Namun demikian, komoditas cabai merah masih terpantau mengalami kenaikan akibat masih terbatasnya pasokan.
Baca: 2 Kepala Daerah di Jambi, Dapat Penghargaan Dari Kemenpora, Sukses Gelar Kejurnas Dayung
Baca: Hari Ini Soft Launching Tipe Terbaru Cluster Citra Bukit Raya, Tawarkan Harga Mulai Rp 199 Jutaan
Baca: Bertemu Pemuda se Indonesia, 3 Mahasiswa Unja Berlayar dengan Kapal Pemuda Nusantara
Terkait deflasi di Kota Jambi, komoditas penyumbang deflasi terbesar pada Agustus 2019 adalah daging ayam ras (deflasi 20,22 persen mtm dengan andil 0,29 persen), angkutan udara (deflasi 6,92 persen mtm dengan andil 0,16 persen), dan bawang merah (deflasi 18,83 persen mtm dengan andil 0,13 persen).
Menurunnya harga komoditas daging ayam ras terutama disebabkan terjaganya pasokan di tengah menurunnya permintaan.
Penurunan harga daging ayam ras bulan ini disebabkan oleh kembali normalnya pasokan ayam setelah sempat berkurang hingga menjadi 40 persen dari kondisi normal pada awal Juli akibat libur Lebaran.
Komoditas bawang merah juga mengalami penurunan seiring dengan berlangsungnya masa panen di beberapa daerah sentra.
Di tengah kemarau, panen bawang merah justru meningkat karena didukung oleh beberapa faktor antara lain, karena sinar matahari membuat bawang merah dapat tahan lebih lama, lalu jenis bawang merah yang tahan kemarau dan mayoritas sentra produksi bawang merah (92 persen) berlokasi di dataran rendah yang memiliki pengairan cukup untuk mengatasi kekeringan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/terjaganya-pasokan-komoditas-agustus-2019-jambi-dan-kabupaten-bungo-deflasi.jpg)