Jatuh Cinta Pada Danau Gunung Tujuh Jambi

Bagi Herlin danau tersebut seperti lukisan indahnya. Sebab dikelilingi tujuh gungung dan membuat setiap orang yang melihatnya takjub.

Jatuh Cinta Pada Danau Gunung Tujuh Jambi
Tribunjambi/Aldino
Herlin Noviyanti, mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Jambi yang menyenangi traveling. 

Herlin Jatuh Cinta Pada Danau Gunung Tujuh Jambi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - “Danau Gunung Tujuh Kerinci!” Jawaban itu dari Herlin Noviyanti, mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Jambi yang menyenangi traveling. Jawaban itu muncul dari pertanyaan tempat paling menyenangkan yang pernah didatanginya.

Suasananya yang tenang membuat Herlin jatuh cinta pada Danau Gunung Tujuh.

“Karena kalau ke pantai sudah biasa. Ini beda, karena yang kita tuju itu adalah danaunya bukan puncak gunungnya. Walau pun naiknya sama seperti naik gungung tapi saat sampai di danaunya pasti capeknya akan terbayar,” kata perempuan kelahiran 1999 ini dengan semangat.

Bagi Herlin danau tersebut seperti lukisan indahnya. Sebab dikelilingi tujuh gungung dan membuat setiap orang yang melihatnya jadi lebih bersyukur atas keindahan yang Allah ciptakan untuk dinikmati manusia.

“Lokasinya juga terjangkau karena masih di Jambi,” katanya.

Baca: Pendidikan Anak Butuh Komitmen Keluarga

Baca: Homeschooling, Mendidik Anak Bukan Hanya Akademis

Baca: 448 Jamaah Haji Kloter Pertama Tiba di Jambi dengan Selamat

Baca: BREAKING NEWS, 6 Tahun Cabuli Anak Kandung, Pria di Bungo Ini Tewas di Tangan Polisi,

Selain itu Semarang, Yogyakarta, Bali hingga Lombok sudah didatangi Herlin. Bagi perempuan kelahiran 1999 ini perjalanan selalu punya nilai tersendiri.

“Datang ke tempat-tempat baru itu menyenangkan. Kita bisa lebih bersyukur ketika melihat banyak tempat-tempat indah,” katanya.

Rasa syukur itu lah yang membawa Herlin menyambangi pelbagai tempat di Indonesia. Ada beberapa tempat yang masih ingin dikunjunginya bila sempat.

“NTT (Nusa Tenggara Timur) kayaknya untuk berikutnya. Disitu bagus-bagus juga pemandangannya,” ungkap perempuan berdarah Sunda Tionghoa ini.

Jalan-jalan, kata Herlin, membuatnya lebih berpikiran terbuka. “Jadi dalam hidup itu tidak kaku,” katanya.

Penulis: Nurlailis
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved