Pria Ini Rasakan Kenikmatan Sampai Memperkosa Sapi Berkali-kali, Pemilik Temukan Cairan Ini!
Merasakan kenikmata, pria berusia 68 tahun nekat memperkosa sapi hingga dilakukan berulang kali
TRIBUNJAMBI,COM - Merasakan kenikmata, pria berusia 68 tahun nekat memperkosa sapi hingga dilakukan berulang kali.
Aksi cabul pria bernama Kong untuk memperkosa sapi telah dilakukannya berkali-kali.
Baca: Suami Tembak Mati Istri Usai Sidang Cerai, Parahnya Sang Ayah Mertua Dukung Aksi Menantunya Itu
Baca: Seorang Pemancing di Tanah Lot Terseret Ombak, Begini Kondisinya Terkini!
Baca: Nobar Laga Klasik Timnas Indonesia vs Malaysia, Pukul 19.30 WIB, Live Streaming TV Online TVRI
Kong mengungkapkan, temannya mengatakan bahwa memperkosa sapi adalah hal yang menyenangkan.
Dilansir World of Buzz dari Thai Rath Online, Kong ditangkap polisi Songkhla, Thailand, Jumat (30/8/2019) silam.
Kong ketahuan telah memperkosa seekor sapi hitam berumur dua tahun.
Perilaku bejatnya itu dilakukan di sebuah hutan, Jumat (30/8/2019) pukul dua siang waktu setempat.
Awalnya, penduduk desa melaporkan aksi Kong kepada staf radio di kantor polisi Songkhla.
Baca: Kabut Asap Diprediksi Kembali Terjadi di Jambi Jumat (6/9), Simak Prakiraan Cuaca BMKG Kota Lainnya
Baca: Link Live Streaming TVRI Malam Ini, Timnas Indonesia vs Malaysia Kick Off 19.30 WIB
Baca: TEPERGOK Kencani Istri Tetangga, Seorang Pemuda Didenda Rp 20 Juta: Suami Langsung Gugat Cerai
Penduduk desa tersebut melaporkan, ada seorang pria tua yang melakukan tindakan tak senonoh dengan sapi.
Setelah itu, polisi yang sedang bertugas langsung pergi ke tempat kejadian untuk menyelidiki.
Akhirnya, pemilik sapi dan beberapa penduduk desa berhasil menangkap Kong.
Saat ditangkap, Kong tak mengenakan busana.
Lantas, dia diduga memperkosa sapi itu.

Mereka juga menemukan baju dan celana Kong yang tertinggal di hutan.
Sementara itu, truk penggerak 4 roda milik Kong diparkir di sisi jalan, sekitar 100 meter dari lokasi kejadian.
Polisi kemudian membawanya untuk diinterogasi.
Hal itu juga dilakukan untuk mencegah penduduk desa yang ingin menyerang Kong atas apa yang telah ia lakukan.
Ketika diinterogasi polisi, Kong justru tersenyum.
Ia mengakui, dirinya memang telah memperkosa sapi itu.
Kong juga mengatakan, dia telah dua kali memperkosa sapi itu sebelumnya.
Namun, dia tidak pernah tertangkap.
Kong juga mengungkapkan, dia hanya terinspirasi oleh temannya yang telah memperkosa sapi sebelumnya.
Oleh karena itu, dia berpikir bahwa hal itu akan menyenangkan untuk dicoba.
Baca: Tiga Jam Bertemu, Ini Lima Tuntutan Gubernur Maluku Pada Menteri Susi
Baca: Preview Timnas Indonesia vs Malaysia, Prediksi Hasil dan Gelandang Akram Mahinan Ungkap Sikap Timnya
Baca: Dapat Hak Asuh Anak, Perasaan Tsania Marwa Malah Campur Aduk : Satu Sisi Sesak Dada
Lantas, Kong pergi ke hutan dan mengambil sapi yang sedang makan rumput.
Dia kemudian mengikatnya ke pohon untuk mencegah sapi itu lari.
Kong mengatakan, dia tidak bisa menyelesaikan aksinya karena sapi itu memberontak dan sang pemilik telah menangkapnya.
Namun, seorang pengemudi sepeda motor yang membantu pemilik sapi menangkap Kong, mengatakan bahwa apa yang dikatakan Kong tidak benar.
Saksi mata itu mengungkapkan, ketika membantu menangkap Kong, dia melihat sebagian kaki Kong tertutupi semen.
Sementara itu, noda semen juga ditemukan pada sapi.
Hal itu menunjukkan bahwa Kong telah "menyelesaikan" aksi tak senonohnya.
Pemilik sapi mengatakan kepada polisi bahwa ia sering membawa sapinya ke tepi hutan untuk memberi makan.
Dia juga mengungkapkan, dia diberitahu oleh penduduk desa bahwa mereka telah melihat Kong melakukan tindakan tak senonoh dengan sapinya, berkali-kali sebelumnya.
Pemilik sapi melanjutkan, pada hari kejadian, dia menemukan Kong benar-benar tak mengenakan busana dan mencoba memperkosa sapinya.
Namun, Kong segera bertindak seperti sedang mengumpulkan sayuran ketika dia menyadari bahwa dirinya tertangkap.
Sementara itu, Kong hanya didenda 300 Baht (sekitar 140 ribu rupiah) dan dibebaskan.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul: Pria Lansia Perkosa Sapi Berkali-kali, Mengaku Terinspirasi dari Teman yang Katanya Menyenangkan