Dianggap Bagian SMB, Ubedilah Gugat Tuduhan dan Penangkapan Polda Jambi Padanya

Ubedillah selaku salah satu anggota SMB yang ditangkap Polda menggugat pasal yang disangkakan padanya, pada Selasa (3/9).

Dianggap Bagian SMB, Ubedilah Gugat Tuduhan dan Penangkapan Polda Jambi Padanya

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Ubedillah selaku salah satu anggota SMB yang ditangkap Polda menggugat pasal yang disangkakan padanya, pada Selasa (3/9). Namun, sidang pra peradilan tersebut diundur.

Ubedillah menggugat penetapannya sebagai tersangka pasal 17 KUHPidana ata pasal 363 KUHPidana atau pasal 1 dan 2 UU Darurat RI Nomor 12 tahun 1951. Dalam surat gugatannya menyatakan tidak sah berdasarkan atas hukum dan penetapan tersangka A Qup tidak punya kekuatan hukum mengikat.

Dari delapan gugatan adalah terkait perintah agar tergugat menghentikan penyidikan terhadap penggugat, memulihkan hak penggugat dalam kemampuan, kedudukan dan harkat serta martabatnya. Kemudian menghukum tergugat untuk membayar biaya perkara menurut hukum yang berlaku.

Abdurrahman Sayuti selaku kuasa hukum Ubedillah mengatakan pihaknya masih menunggu sidang pra peradilan ini. “Belum ada konfirmasi dari Polda,” ungkap pria  yang kerap disapa Rahman.

Baca: Banyak yang Belum Paham, Target MOP di Kota Jambi Meleset

Baca: Gara-gara Tungku Dapur Ditinggal, Satu Rumah di Bungo Ludes Terbakar

Baca: Tukang di Jambi Bawa Kabur Motor Majikan, Alasan Cari Makan

Baca: Gara-gara Narkoba Azman Diganjar 7 Tahun Penjara

Baca: 39 Pejabat Eselon II Pemprov Jambi Segera Diasesmen, Bulan Ini Ditargetkan Selesai

Rahman mengatakan sidang pra peradilan ditunda sampai 10 September nanti. (Untuk saat ini baru Ubedillah yang mengajukan pra peradilan.

Sebelumnya diketahui Ubedilah Alias Ruben Bin Winarno (36) menjadi korban salah tangkap pihak Kepolisian Daerah Jambi. Berdasarkan Laporan Polisi atas nama Andi Joko Priyatno pada tanggal 17 Juli 2019, Ia disangkakan dengan 3 (tiga) pasal sekaligus yakni Pasal 170 KUHPidana Tentang Pengeroyokan, Pasal 363 KUHPidana Tentang Pencurian dengan Kekerasan dan Pasal 1 dan 2 Undang-Undang Darurat tentang kepemilikan senjata api/tajam. Ubedilah alias Ruben Bin Winarno juga ditahan oleh pihak Kepolisian Daerah Jambi sejak 19 Juli 2019 hingga sekarang.

"Klien saya tidak bersalah, karena pada saat kejadian hari sabtu tanggal 13 Juli 2019 tidak berada di lokasi kerusuhan antara Petani yang tergabung dalam Serikat Mandiri Batang Hari (SMB) di Distrik VIII Lokasi PT WKS, pada saat kerusuhan Klien kita ada di Muaro Bungo, mengantarkan keponakannya pulang kerumah orang tuanya,” ungkap Rahman.

“Klien kami selain ditangkap dan ditahan, juga mengalami kerugian materil, rumah dan toko klontong hancur rata dengan tanah dan kambing sebanyak 5 (lima) ekor disembelih, yang tersisa hanya 2 (dua) tabung gas elpiji,” tambahnya.

Selain itu proses penangkapan  Klien kita tidak sesuai prosedur, karena saat penangkapan tidak menunjukkan surat perintah penangkapan, klien kita pada saat penangkapan masih berada di atas motor.

Intinya menurut Rahman Klien Kami tidak bisa dihukum, karena pada saat kejadian (tempus) di tempat kejadian (locus) klien kami tidak ada di tempat kejadian perkara. Ini murni tindakan kesewenang-wenangan pihak Kepolisian Daerah Jambi.(Jaka HB)

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved