Ahmad Dapat Rp 50 Ribu Setiap Antar Sabu, Ayahnya Kini Jadi DPO

Pada 10 Mei 2019 siang Iksan menjumpai Ahmad di rumahnya, dan pukul 16.00 WIB Buyung orang tua Ahmad menyuruh keduanya pergi ke terminal antar buah.

Ahmad Dapat Rp 50 Ribu Setiap Antar Sabu, Ayahnya Kini Jadi DPO
Tribunjambi/Jaka HB
Ahmad Firdiansyah Ihsan tertunduk lesu di hadapan hakim Pengadilan Negeri Jambi. 

Ahmad Dapat Rp 50 Ribu Setiap Antar Sabu, Ayahnya Kini Jadi DPO

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Ahmad Firdiansyah Ihsan tertunduk lesu di hadapan hakim Pengadilan Negeri Jambi. Mereka didakwa bersalah karena tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika, pada Kamis (29/8).

Awalnya Ahmad dihubungi rekannya untuk mengantarkan narkotika ke kawasan Alam Barajo.  Harga sabu-sabu itu adalah Rp 300 ribu.

Pada 10 Mei 2019 siang Iksan menjumpai Ahmad di rumahnya, dan pukul 16.00 WIB Buyung yang merupakan orang tua Ahmad (DPO) menyuruh Ahmad dan Iksan pergi ke terminal.

“Kamu antar dulu buah ini ke depan terminal Alam Barajo,” kata Buyung sambil memberikan satu paket sabu dan sebuah handphone.

Baca: Tak Hanya Seniman, Pameran Seni Melanda Aras Ikut Libatkan Anak-anak

Baca: 5 Penambang di Yahukimo Papua Tewas Diserang Anak Panah, Penambang Lainnya ke Hutan Selamatkan Diri

Baca: Menangis Pilu, Ratna Kisahkan Suami Hari Itu Harusnya Libur, Tetap kerja Demi Beli Sepatu Anak, Naas

Baca: Muncul Penampakan Sosok Bima, Pemeran KKN di Desa Penari, Ini Fakta Sebenarnya

Sesampainya di depan terminal Iksan membuang satu paket narkotika itu sebelum saksi Nugraha dari Satnarkoba  menghubungi Buyung untuk membeli satu paket narkotika dengan harga Rp 300 ribu.

Namun, Iksan dan Ahmad sudah keburu diamankan anggota polisi Polresta Jambi. Diketahui barang bukti yang didapat 0,10 gram.

Setelah diselidiki ternyata Ahmad sudah lima kali mengantarkan sabu titipan Buyung. Setiap kali mengantar Ahmad diberikan uang 50.000 oleh ayahnya.

Ahmad dan Iksan dijerat pasal 114 ayat (1) Jo pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

"Sidang ditunda, minggu depan keterangan saksi," kata Arfan Yani selaku ketua majelis hakim.(Jaka HB)

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved