Proses Ekskavasi Situs Perahu Kuno Sudah 60 persen, Ini yang Ditemukan Para Arkeolog

Progres perkembangan ekskavasi perahu kuno di Desa Lambur I, Kecamatan Muara Sabak Timur, Kabupaten Tanjung Jabung Timur sudah mencapai 60 persen.

Proses Ekskavasi Situs Perahu Kuno Sudah 60 persen, Ini yang Ditemukan Para Arkeolog
Tribunjambi/Abdullah Usman
Proses ekskavasi situs perahu kuno di Tanjab Timur. 

Proses Ekskavasi Situs Perahu Kuno Sudah 60 persen, Ini yang Ditemukan Para Arkeolog

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Progres perkembangan ekskavasi perahu kuno di Desa Lambur I, Kecamatan Muara Sabak Timur, Kabupaten Tanjung Jabung Timur sudah mencapai 60 persen, beberapa bagian sudah selesai penelitian dan tahap pengurukan, Jumat (30/8).

Pantauan Tribunjambi.com, di lapangan Jumat pagi. Pada hari ini tim penelitian arkeolog UI dan BPCB Jambi tidak melakukan penggalian terhadap situs perahu kuno tersebut. Melainkan menyelesaikan pengukuran dan menggambar hasil temuan yang telah berada di permukaan.

"Saat ini kita melakukan pengukuran dan pengambilan data dari sisi bagian samping kapal yang telah digali. Selain itu kita juga melakukan pengurukan bagian kapal yang sudah selesai diteliti," ujar anggota peneliti UI Muhammad Fais kepada Tribunjambi.com.

Baca: Dimana Lokasi Kisah Viral Cerita Horor KKN di Desa Penari Sebenarnya? Ini Pengakuan Sang Penulis

Baca: Mobil Anggota Dewan Dihias Bak Mobil Pengantin, Begini Reaksi Warga Merangin

Baca: Salma Mahir Menangis dan Minta Maaf Saat 35 Anggota DPRD Muarojambi Dilantik

Baca: Satu Anggota DPRD Sarolangun Terpilih Tak Dilantik, Ini Penyebabnya

Selain melakukan pengukuran dan juga pengurukan tim peneliti juga melakukan pendinginan terhadap bagian kapal yang berhasil digali. Dimana saat ini sisi kanan dan kiri kapal sudah terlihat di permukaan.

"Selain pengukuran di bagian lain kapal yang telah digali tetap dilakukan pendinginan dengan penyiraman rutin dan dilapisi busa lembab," jelasnya.

Jika sebelumnya proses ekskavasi ini sudah berjalan 25 persen, hingga hari ini perkembangan penelitian sudah mencapai 60 persen lebih.

"Kita bertahap bagian sudah diukur dan diambil dokumentasi dan datanya akan kembali dihuruk demi menyelamatkan kondisi situs tadi," jelasnya.

Pantaua Tribunjambi.com di lapangan, dalam proses ekskavasi berkangsung selain warga yang penasaran untuk melihat tidak sedikit pula terlihat anak sekolah yang datang untuk melihat dan melakukan wawancara bersama pihak peneliti.

Momen langka seperti ini dimanfaatkan bagi sebagian sekolah, untuk memberikan ilmu tambahan kepada siswanya dengan melakukan penggalian wawasan sejarah secara langsung di situs perahu kuno.

"Ia tadi mendapat tugas dari guru sejarah di sekolah, untuk wawancara terkait sejarah perahu kuno di Desa Lambur ini. Dan menanyakan terkait sejarah dibalik perahu ini," ujar Nisa satu dari siswi sekolah. (usn)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved