Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan, Bupati Safrial Minta Kepala Desa Buat Kanal

Pembuatan kanal-kanal air di Desa atau lokasi yang rawan terjadi Karhutla akan sangat membantu dalam proses pencegahan karhutla.

Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan, Bupati Safrial Minta Kepala Desa Buat Kanal
Tribunjambi/Darwin
Bupati Tanjab Barat, Safrial saat rapat karhutla. 

Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan, Bupati Safrial Minta Kepala Desa Buat Kanal

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Pembuatan kanal-kanal air di Desa atau lokasi yang rawan terjadi Karhutla akan sangat membantu dalam proses pencegahan serta penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Hal itu disampaikan Bupati Tanjab Barat Safrial yang hadir sekaligus membuka secara resmi Rapat Penanggulangan Bencana Daerah kebakaran hutan dan lahan Kabupaten Tanjung jabung Barat yang digelar di Balai Pertemuan Kantor Bupati, Rabu (28/8/2019).

Sesuai laporan Kepala Badan Penanggulangan Bencana selaku ketua pelaksana, rapat koordinasi ini diikuti oleh instansi terkait, Camat dan Kepala Desa/Kelurahan yang masuk dalam daerah rawan Karhutla, serta para pelaku dunia usaha. 

Sebagai nara sumber, BMKG Provinsi Jambi, BPBD Provinsi Jambi, dan Dansatgas Penanggulangan Karhutla Tanjung Jabung Barat.

Baca: Satgas Karhutla Tanjab Barat Gelar Rapat Penanganan Karhutla, Bupati Safrial Ingatkan Selalu Waspada

Baca: Kuala Tungkal Kembali Dihuyur Hujan, Warga Ucap Syukur Tak Lagi Kekeringan

Baca: WNA Penyelundup 113.412 Benih Lobster di Jambi Divonis 3 Tahun Penjara

Baca: Siapkan Surat Kendaraan, Polres Kerinci akan Gelar Operasi Patuh Siginjai 2019

Baca: VIDEO: VIRAL! Mobil Berpelat TNI Palsu Diburu Dandenpom di Tangerang

Bupati menyampaikan, berdasarkan data BMKG Provinsi Jambi, sampai bulan Agustus terdata sebanyak 68 kali muncul titik panas dan 40 kali terjadi kebakaran hutan dan lahan di beberapa wilayah Tanjung Jabung Barat.

"Meskipun sudah turun hujan, namun sifatnya masih lokal atau belum merata, kita harus tetap siaga, karena menurut perkiraan BMKG bulan Oktober baru hujan normal," ujar Bupati.

Terkait hal itu, Bupati perintahkan kepada seluruh jajaran pemerintahan yang terkait dengan penanganan Karhutla untuk memberikan pemahaman kepada pelaku kegiatan pengolahan lahan untuk waspada karhutla, serta melakukan pengawasan terpadu. 

Selain itu Bupati juga perintahkan untuk mengaktifkan kembali posko terpadu kabupaten siaga karhutla di wilayah Tanjung Jabung Barat.

"Semua itu perlu dilakukan dalam rangka meminimalisir hotspot dan bencana Karhutla, baik dari segi jumlah maupun dari segi luas lahan yang terbakar," jelas Bupati.

Bupati juga menilai pembuatan kanal-kanal air di Desa atau lokasi yang rawan terjadi Karhutla akan sangat membantu dalam proses pencegahan serta penanganan kebakaran hutan dan lahan.

"Untuk para Camat, coba kasih tahu kepada kepala desanya, dalam APB Desa anggarkan pembuatan kanal," ujarnya. (Darwin Sijabat/Tribunjambi.com)

Penulis: Darwin
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved