Sabtu, 2 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Penjelasan BMKG soal Penyebab Musim Hujan di Indonesia Datang Terlambat

BMKG memprediksikan bahwa musim kemarau tahun ini akan lebih lama dari biasanya karena musim hujan datang terlambat.

Tayang:
Editor: andika arnoldy
VICTORIA JONES/PA WIRE
Ilustrasi hujan 

TRIBUNJAMBI.COM- BMKG memprediksikan bahwa musim kemarau tahun ini akan lebih lama dari biasanya karena musim hujan datang terlambat.

Hal ini membuat masyarakat bertanya-tanya, apa penyebabnya?

Kompas.com menghubungi Adi Ripaldi, Kasubid Analisis Informasi Iklim BMKG, untuk mendapatkan penjelasannya.

Baca: Ditahan KPK, Direktur Utama PT Manira Arta Mandiri dan Jaksa Yogyakarta Tundukkan Kepala

Adi mengatakan bahwa meskipun El-nino sudah melemah dan sudah pada kondisi netral, namun beberapa faktor lainnya juga mempengaruhi iklim di wilayah Indonesia.

Berikut adalah El Nino dan empat faktor pengendali iklim di Indonesia lainnya yang menyebabkan kekeringan panjang pada musim kemarau tahun ini.

 
1. ENSO (El-Nino dan La Nina)

ENSO (El Nino-Southern Oscillation) adalah variasi lebih panas atau dingin dari suhu permukaan laut di wilayah equator tengah dan timur Samudera Pasifik yang reguler atau berkala.

ENSO ini berpengaruh terhadap variasi iklim di sebagian besar wilayah tropis dan subtropis Bumi.

Periode panasnya disebut sebagai El Nino, sementara periode dinginnya disebut La Nina.

BMKG melaporkan bahwa pada Agustus 2019, anomali suhu muka laut di wilayah Samudera Pasifik bagian tengah berada pada kisaran -0,5 hingga 0,5 derajat celcius.

Ini menandai kondisi netral dan berakhirnya episode El Nino lemah tahun 2018/2019.

Seharusnya, jika El- Nino melemah atau berakhir, maka musim hujan akan datang sesuai normalnya.

Namun, ada 3 faktor lainnya yang menjadikan Indonesia tetap dalam kekeringan dan musim hujan terlambat.

Baca: Percikan Api dari Mesin Dongfeng, Pabrik Pengelolaan Sabut Kelapa di Kecamatan Betara, Terbakar

2. IOD (Indian Ocean Dipole)

Kondisi IOD ikut mengganggu dalam variasi iklim di Indonesia.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved