Ditahan KPK, Direktur Utama PT Manira Arta Mandiri dan Jaksa Yogyakarta Tundukkan Kepala

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Direktur Utama PT Manira Arta Mandiri (Mataram) Gabriella Yuan Ana (GYA).

Ditahan KPK, Direktur Utama PT Manira Arta Mandiri dan Jaksa Yogyakarta Tundukkan Kepala
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Direktur Utama PT Manira Arta Mandiri Gabriella Yuan Ana menggunakan rompi oranye usai diperiksa terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) kasus dugaan suap jaksa di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (20/8/2019). KPK menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan suap terkait proyek pada Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta TA 2019 diantaranya Jaksa di Kejaksaan Negeri Yogyakarta Eka Safitra, Jaksa di Kejaksaan Negeri Surakarta Satriawan Sulaksono, dan Direktur Utama PT Manira Arta Mandiri Gabriella Yuan Ana dengan barang bukti uang senilai Rp 110.870.000. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNJAMBI.COM-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Direktur Utama PT Manira Arta Mandiri (Mataram) Gabriella Yuan Ana (GYA).

Gabriella ditahan KPK setelah ditetapkan jadi tersangka kasus suap lelang proyek pada Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta Tahun Anggaran Tahun Anggaran 2019.

Keluar dari gedung KPK pukul 21.43 WIB, Gabriella yang telah mengenakan rompi oranye serta tangan terborgol tidak berkomentar sedikitpun.

Dia terus berjalan menuju mobil tahanan dengan kepala tertunduk.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menginformasikan, Gabriella ditahan selama 20 hari pertama di rumah tahanan (rutan) yang berlokasi tepat di belakang gedung KPK.

Baca: TERBARU: Agenda Presiden Jokowi Akan Kunjungi Papua hingga Kondisi di Sorong

Baca: Musim Kemarau, DLH Kota Jambi, Tingkatkan Intensitas Penyiraman Taman Kota, Disirami 3 Kali Sehari

Baca: Cerita Indah Sari Melamar Pekerjaan di Kimia Farma, Lamaran ke 7, Baru Ada Panggilan

"GYA ditahan di Rutan Cabang KPK K4," ujar Febri kepada pewarta, Selasa (20/8/2019).

Sementara itu tersangka lainnya yang ikut ditahan, jaksa di Kejaksaan Negeri Yogyakarta atau anggota Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan, dan Pembangunan Daerah (TP4D) Eka Safitra (ESF) keluar pada pukul 23.28 WIB.

Mengenakan rompi oranye dan tangan terborgol, Eka juga tidak mengeluarkan sepatah katapun.

Sembari membawa lembaran kertas, Eka berusaha menghindari kilatan lampu kamera dengan menundukkan kepala.

"ESF ditahan di Rutan Cabang KPK C1 selama 20 hari pertama," kata Febri.

Halaman
123
Editor: andika arnoldy
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved