Berita Jambi

Obat Kadaluarsa di RSUD KH Daud Arif, Kuala Tungkal Senilai Rp 370 Juta , Dimusnahkan

Obat Kadaluarsa di RSUD KH Daud Arif, Kuala Tungkal Senilai Rp 370 Juta , Dimusnahkan

Obat Kadaluarsa di RSUD KH Daud Arif, Kuala Tungkal Senilai Rp 370 Juta , Dimusnahkan
Tribunjambi/Darwin Sijabat
Obat Kadaluarsa Senilai Rp 370 Juta, Dimusnahkan, di RSUD KH Daud Arif, Kuala Tungkal 

Obat Kadaluarsa di RSUD KH Daud Arif, Kuala Tungkal Senilai Rp 370 Juta , Dimusnahkan

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - 50 jenis obat kadaluarsa senilai Rp 370 juta, dimusnahkan RSUD KH Daud Arif, Kuala Tungkal.

Hartati, Kabid Pelayanan RSUD KH Daud Arif mengatakan, pemusnahan obat kadaluarsa tersebut, yaitu pengadaan tahun 2013 hingga 2015 lalu.

"Obat ini sisa, sisa yang sudah terpakai, sisanya yang expired sekarang. Kalau diuang kan sekitar Rp 370 juta," katanya kepada Tribunjambi.com(21/8/2019).

Baca: Sering Flu? Berikut 5 Cara Mengatasinya, dari Obati Alergi hingga Kurangi Porsi Makan

Baca: Penampakan Obat Kadaluarsa yang Bertahun Menumpuk di RSUD KH Daud Arif, Ini Penjelasan Rumah Sakit

Baca: Pasca Diliburkan Karena Kabut Asap, Siswa Kelas 1-1V SD Kota Jambi, Kembali Sekolah

Menurut Hartati obat yang dimusnahkan tersebut merupakan jenis obat dalam, obat mata, dan obat kebidanan.

Hanya saja, saat ditanyai jenis obat, pihaknya kebingungan dan mempertanyakan kepada staf yang ada saat itu, namun tidak terjawab. Dia beralih jika jumlah obat dan lain sebagainya diakomodir oleh pegawai lainnya.

Terkait pemusnahan tersebut Hartati mengatakan ada beberapa tahapan yang dilakukan sebelum pemusnahan. Bahkan proses yang harus dilalui cukup panjang.

Obat-obat yang sudah kadaluarsa di RSUD KH Daud Arif, Kuala Tungkal
Obat-obat yang sudah kadaluarsa di RSUD KH Daud Arif, Kuala Tungkal (Tribunjambi/Samsul Bahri)

Kenapa baru sekarang dimusnahkan,? "Itu obat memang sudah kita pisahkan pak, yang kita kan obat banyak tuh jadi kita cek cek semua, yang mana ekspired sudah kita pisahkan, jadi kan kita mau pemusnahan obat ini harus ada aturannya, jadi itu juga harus kita ikuti, prosesnya selesai semua baru kita musnahkan," paparnya.

Hartati memastikan jika obat yang diberikan kepada pasien merupakan obat yang sesuai atau tidak tercampur dengan obat kadaluarsa. Sebab menurutnya obat kadaluarsa dan obat kondisi baik itu dipisahkan.

"Semua kita pisahkan, jadi kita tidak campur. Obat yang kita berikan ke pasien sama obat yang ekspired itu dipisahkan. Jadi setiap tahun obat itu di cek terus," katanya.

Baca: Harga Sembako di Kota Jambi Terpantau Normal, Harga Cabai Masih Tinggi

Baca: Anggota SMB Mengadu ke Ombudsman dan Kantor Staf Presiden, Berharap Aktor Intelektual Dibongkar KSP

Baca: Begini Reaksi KSAD, Andika Perkasa saat Panglima Tanya Total Gaji yang Diterima Anggota TNI AD

Halaman
12
Penulis: Muuhammad Ferry Fadly
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved