Kerusuhan di Manokwari

Mengapa Gubernur Papua Sebut Nama Gusdur dalam Percakapannya dengan Khofifah Lewat Sambungan Telepon

Kerusuhan di Manokwari, Papua Barat melangsungkan aksi protes atas dugaan persekusi dan rasisme terhadap mahasiswa Papua di sejumlah wilayah

Mengapa Gubernur Papua Sebut Nama Gusdur dalam Percakapannya dengan Khofifah Lewat Sambungan Telepon
ist
Mengapa Gubernur Papua Sebut Nama Gusdur dalam Percakapannya dengan Khofifah Lewat Sambungan Telepon 

Mengapa Gubernur Papua Sebut Nama Gusdur dalam Percakapannya dengan Khofifah Lewat Sambungan Telepon

TRIBUNJAMBI.COM - Kerusuhan di Manokwari, Papua Barat kini terus menjadi perbincangan publik.

Kerusuhan di Manokwari, Papua Barat  melangsungkan aksi protes atas dugaan persekusi dan rasisme terhadap mahasiswa Papua di sejumlah wilayah di Jawa Timur.

Kini, sleuruh masyarakat di Indonesia menginginkan supaya situasi panas di Papua segera mereda, khususnya di Manokwari.

Sejumlah petinggi pemerintahan dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerukan perdamaian untuk merdakan konflik di sebelumnya terjadi di Manokwari, Papua Barat.

Melansir dari Kompas.com, Presiden Joko Widodo memahami bahwa masyarakat Papua dan Papua Barat tersinggung atas kekerasan terhadap mahasiswa asal Papua di Jawa Timur beberapa waktu lalu.

Meski begitu, Jokowi meyakinkan masyarakat Papua dan Papua Barat bahwa pemerintah akan terus menjaga kehormatan mereka.

Jokowi juga meminta masyarakat Papua untuk memaafkan pihak-pihak yang telah membuat mereka tersinggung terkait insiden yang terjadi di Surabaya dan Malang.

Baca: Jejak Digital Jibril Abdul Aziz Penyebar Video Panas Eks Pacar, Mahasiswa UGM yang Tahun Lalu di ILC

Baca: Malu-malu Tapi Mengaku, Selvi Ananda sedang Hamil, Presiden Jokowi Bakal Punya Cucu Lagi

Baca: Fadli Zon Sindir Jokowi Sebut Miskin Narasi, Sebut Ide Pemindahan Ibu Kota Masih Rencana Mentah!

Baca: Siapa Sebenarnya Tri Susanti? Perwakilan Ormas yang Dituding Jadi Pemicu Konflik Papua

"Jadi, saudara-saudaraku. Pace, mace, mama-mama di Papua, di Papua Barat, saya tahu ada ketersinggungan. Oleh sebab itu, sebagai saudara sebangsa dan se-Tanah Air, yang paling baik adalah saling memaafkan," kata Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/8/2019).

Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawangsa juga turut angkat bicara mengenai aksi kerusuhan ini.

Halaman
1234
Editor: Tommy Kurniawan
Sumber: GridHot.id
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved