Breaking News:

BPJS Kesehatan Defisit Triliunan Rupiah, Sri Mulyani Blak-blakan Ungkap Modus Perusahaan Akali Iuran

Hal ini, kata Sri Mulyani, merupakan temuan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) atas audit BPJS Kesehatan

TRIBUNNEWS
Menteri Keuangan Sri Mulyani 

Defisit Triliunan Rupiah, Sri Mulyani Ungkap Modus Perusahaan Akali Iuran BPJS Kesehatan

TRIBUNJAMBI.COM - Menteri Keuangan Sri Mulyani ungkap modus perusahaan mengakali iuran BPJS Kesehatan.

Sri Mulyani mengungkapan banyak perusahaan yang mengakali iuran BPJS Kesehatan selama ini.

Hal tersebut disampaikan mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Jakarta, Rabu (21/8/2019).

"Ada yang sudah mendaftar tetapi jumlah karyawannya dikurang-kurangin," ujarnya.

"Jadi misalnya jumlah karyawan 100 jadi lebih kecil dari 100 supaya tadi iuran mereka jadi lebih sedikit," sambung Sri Mulyani.

Baca: Bagaimana Cara Atta Halilintar Dapat Duit Rp 749 Juta per Hari? Pesugihan Saja Tak Mampu Segitu

Baca: Lowongan Kerja PT Pertamina untuk Lulusan SMA/K & Sarjana, Dibuka hingga 25 Agustus 2019

Baca: Kabar Iuran BPJS Bakal Naik Jadi Rp 120 Ribu, Begini Fakta Sebenarnya, Dapat Pelayanan Lebih Baik?

Selain itu, pada juga perusahaan yang sudah terdaftar di BPJS Kesehatan namun melaporkan gaji karyawannya lebih kecil dari yang dibayarkan.

Tujuannya sama, yakni untuk mengurangi beban perusahaan di dalam membayarkan kewajiban baik dari sisi badan usahanya maupun pegawainya.

Seperti diketahui, peserta BPJS Kesehatan yang merupakan karyawan perusahaan swasta harus membayar 5 persen dari gaji pokok untuk iuran.

Namun demikian, tidak semua iuran ditanggung oleh karyawan sebab 4 persennya dibayarkan oleh perusahaan dan sisanya 1 persen dibayar karyawan.

Halaman
12
Editor: bandot
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved