Hujan Meteor
Fenomena Langit Malam Ini, Hujan Meteor Perseid Mulai Pukul 22.00 WIB Bisa Lihat Tanpa Teleskop
Saat hujan meteor Perseid malam ini, 50 - 75 meteor melintasi langit Indonesia. Itu bisa dilihat dari semua wilayah Indonesia, tanpa perlu teleskop.
Astronom amatir Marufin Sudibyo mengatakan, hujan meteor perseid akan berakhir pada 24 Agustus 2019.
Menurut situs Langit Selatan, hujan meteor perseid merupakan satu hujan meteor paling populer di kalangan pengamat, terutama yang ada di bagian utara.
Pasalnya, hujan meteor perseid selalu memberi "pertunjukan" hujan meteor menakjubkan, dengan sekitar 100 meteor melintasi langit setiap jamnya.
"Hujan meteor perseid memang tergolong kuat. Pada puncaknya dapat menghasilkan maksimum 100 meteor per jam," kata Marufin kepada Kompas.com, Sabtu (10/8/2019).
Marufin menerangkan, hujan meteor perseid merupakan fenomena langit periodik.
Artinya, hujan meteor perseid terjadi setiap tahun dengan jadwal kemunculan relatif sama dari tahun ke tahun, yakni dalam rentang waktu 17 Juli sampai 24 Agustus.
Marufin berkata, meteor-meteor dari hujan meteor perseid seakan berasal dari rasi Perseus yang ada di langit utara.
"Makanya, hujan meteor ini lebih mudah disaksikan dari belahan Bumi utara."
"Belahan Bumi selatan yang bisa menyaksikannya hanya terbatas sampai garis lintang 30 LS."
"Lebih ke selatan lagi tidak bisa," terang dia.
Hujan meteor perseid berasal dari sisa debu ekor komet Swift-Tuttle yang pernah melintasi Bumi dan diamati astronom Lewis Swift dan Horace Tuttle dari Amerika pada 1862.
Komet ini kembali teramati pada tahun 1992 dan memiliki periode 130 tahun.
Ia akan kembali ke Bumi pada 2126.
Saat melintas, debu ekor komet yang berupa batuan mengalami tarikan oleh gravitasi Bumi dan masuk dalam lapisan atmosfer Bumi serta terbakar di sana.
Debu yang masuk ke lapisan atmosfer atas tersebut akan membentuk plasma super panas di sepanjang lintasannya dan bergerak dengan kecepatan 60 km/detik.