Polusi Debu Batubara di Muarojambi, DLH Minta Pengusaha Batubara Gunakan Cerobong

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muarojambi menanggapi keluhan warga terkait debu batubara yang menyebar di Desa Muaro Jambi.

Polusi Debu Batubara di Muarojambi, DLH Minta Pengusaha Batubara Gunakan Cerobong
Tribunjambi/Samsul Bahri
Debu dari batubara yang beterbangan kerumah warga 

Polusi Debu Batubara di Muarojambi, DLH Minta Pengusaha Batubara Gunakan Cerobong 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI- Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muarojambi menanggapi keluhan warga terkait debu batubara yang menyebar di Desa Muaro Jambi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muarojambi, Firman menyebutkan bahwa pada Senin (5/8) pihaknya telah memanggil seluruh pengusaha batubara. Dalam kesempatan tersebut dikatakan oleh Firman, pihaknya meminta kepada perusahaan untuk memakai corong dan melakukan penyiraman.

"Jadi kita minta saat loading mereka memakai penutup dan melakukan penyiraman sekitar penutupan agar debu yang berada di sekitar tidak menyebar," ujarnya, Kamis (8/8).

Pihak pengusaha batubara yang berada di Talang Duku, sepakat untuk memberikan masker dan juga memberikan bantuan sosial seperti kipas angin. Nantinya kipas angin tersebut akan diberikan pada sekolah-sekolah yang terpapar debu batubara.

Baca: Dinkes Imbau Masyarakat Jambi Waspadai Penyakit Ini di Musim Kemarau

Baca: Maulana Buka Rakor Ekonomi, Bahas Sinergisitas Pemkot Jambi dan Pemprov Jambi

Baca: Kajari Sarolangun Dimutasi, Ikhwan Nul Hakim Terkesan dengan Program Salat Subuh Berjamaah

Baca: Anggota Polresta Jambi Ditangkap Usai Transaksi Narkoba di Pulau Pandan, Begini Nasibnya Sekarang

Baca: Warga Desa Arang Arang Mulai Terpapar Asap Kebakaran Gambut

"Kipas angin nantinya kita letakkan di dalam kelas dan juga kita sarankan untuk pemasangan jaring setiap sekolah tapi itu bisa dibuka tutup, jadi enak bisa bongkar pasang untuk dicuci. Modelnya akan kita buat, jadi debu itu tidak terkontaminasi terlalu maksimal,"jelasnya

"Jadi meminimalisir tumpukan debu dalam kelas dan di dalam rumah-rumah," ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan Firman pihaknya kedepan secara bertahap akan memanggil pemilik stockfile batubara yang ada di Kabupaten Muarojambi untuk membahas persoalan ini. Terlebih melihat kondisi cuaca yang saat ini panas secara terus menerus, itu memberikan keringanan pada jenis debu yang mudah berterbangan.

"Ketika panas, suhu udara di luar 32 sampai 35 derajat celsius itu memberikan keringanan pada jenis debu. Sehingga debu walaupun tidak ada angin terangkat sendiri ke atas," jelasnya.

Namun Firman mengatakan jika debu batubara tidak sampai mencemari Sungai Batanghari.

"Kalo mencemari sungai batanghari kayaknya tidak. Kecuali aliran dari pada limbah dari batu bara. Kalo sekarang ini rasanya tidak mencamari. Sekarang ini seluruh stockfile di Kabupaten Muarojambi tidak ada yang mencemari Sungai Batanghari," pungkasnya.

Penulis: samsul
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved