1.400 Warga Tanjab Timur Menderita ISPA, Dinkes Sebut Data Masih Fluktuatif

Kemarau panjang yang terjadi saat ini mulai berdampak pada kesehatan masyarakat. Ribuan warga Tanjab Timur tercatat menderita ISPA.

1.400 Warga Tanjab Timur Menderita ISPA, Dinkes Sebut Data Masih Fluktuatif
Tribunjambi/Heri Prihartono
Warga SAD di Tebo, terserang ISPA akut 

1.400 Warga Tanjab Timur Menderita ISPA, Dinkes Sebut Data Masih Fluktuatif

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Kemarau panjang yang terjadi saat ini mulai berdampak pada kesehatan masyarakat. Ribuan warga Tanjab Timur tercatat menderita ISPA.

Kekeringan dan kabut asap sulit dipisahkan pada saat musim kemarau tiba, selain dua faktor tersebut permasalahan lain yang juga turut diantisipasi adalah serangan infeksi saluran pernafasan (ISPA).

Meski kabut asap akibat karhutla baru terjadi di beberapa titik, terutama di kawasan yang terjadi kebakaran hutan dan lahan. Namun beberapa masyarakat dilaporkan mengalami gangguan pernafasan.

Kabid P2TP2 Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjung Jabung Timur Jumiati, saat dikonfirmasi Tribunjambi.com Jumat (9/8) mengatakan, terkait penderita ISPA sendiri sejauh ini masih mengalami tren naik turun (fluktuatif).

Sejak Januari hingga Juli, tercatat lebih dari seribu pasien dinyatakan menderita ISPA.

Terutama di daerah yang terjadi kebakaran hutan dan lahan. 

Baca: BREAKING NEWS: ISPU Muaro Jambi Status Awas, Udara Terpapar Asap, Masyarakat Diimbau Kenakan Masker

Baca: Pelajar Kejar-kejaran di Jalan Raya, Camelia Shok Terkena Lemparan Batu Saat Tawuran Pelajar

Baca: Warga Desa Arang Arang Mulai Terpapar Asap Kebakaran Gambut

Baca: VIDEO: Datangi Lokasi Kebakaran Gambut di Jambi, Kepala BRG Sampaikan Perintah Presiden Jokowi

"Sampai saat ini belum kelihatan dampaknya secara signifikan, data ISPA masih naik turun dari Januari sampai Juli, dan masih batas normal," ujarnya.

Berdasarkan data himpun Tribunjambi.com hingga saat ini sudah ada sekitar 1406 jiwa menderita ISPA. Terutama bagi masyarakat yang berada di kawasan terjadinya karhutlah.

"Datanya masih fluktuasi sampai bulan Juli, paling banyak terjadi  di Daerah Simpang Tuan," bebernya.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved