Berita Muarojambi

Soal Ambang Batas Polusi Udara di Muarojambi, Dinkes Koodinasi dengan Lingkungan Hidup

Soal Ambang Batas Polusi Udara di Muarojambi, Dinkes Koodinasi dengan Lingkungan Hidup

Soal Ambang Batas Polusi Udara di Muarojambi, Dinkes Koodinasi dengan Lingkungan Hidup
Tribunjambi/Samsul Bahri
Soal Ambang Batas Polusi Udara di Muarojambi, Dinkes Koodinasi dengan Lingkungan Hidup 

Soal Ambang Batas Polusi Udara di Muarojambi, Dinkes Koodinasi dengan Lingkungan Hidup

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Jumlah kasus infeksi saluran pernapasan (ISPA) di Kabupaten Muarojambi, mengalami peningkatan. Namun, Dinas Kesehatan Kabupaten Muarojambi, belum menetapkan ISPA sebagai kejadian luar biasa (KLB).

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Muarojambi, Yes Isman mengatakan, peningkatan ISPA memang terjadi namun tidak menunjukan peningkatan yang drastis.

"Memang menunjukkan tren peningkatan, tapi peningkatannya bertahap. Kecuali memang meningkatnya itu dua kali lipat dengan kurun waktu yang berdekatan itu baru bisa kita katakan KLB," paparnya.

Baca: ISPA di Muarojambi Alami Peningkatan, Dinkes Provinsi Jambi Bantu 6 Ribu Masker

Baca: VIDEO: Musim Kemarau dan Kebakaran, Ratusan Personel TNI Korem 042/Gapu Gelar Salat Minta Hujan

Baca: Puluhan Hektar Lahan di Sarolangun Terbakar, Bupati Cek Endra Panggil Perusahaan Perkebunan

Menurut Yes Isman, penyebab meningkatnya kasus ISPA ini disebabkan karena faktor polusi udara akibat asap dan debu.

Untuk itu, Ia meminta kepada masyarakatuntuk membatasi diri keluar rumah jika tidak perlu . Terlebih dengan kondisi tanah yang berdebu dan keadaan kabut asap.

"Gunakan penutup mulut atau masker jika keluar rumah. jika batuk, pilek dan sesak nafas segera berobat ke Puskesmas," terangnya.

Baca: The Power of Silaturahmi, Ini Hubungannya dengan Karhutla, Menurut Pakar Komunikasi Aqua Dwipayana

Baca: Bacaan Niat dan Keutamaan Puasa di Bulan Dzulhijjah, Lengkap dengan Tanggal Pelaksanaan

Baca: Tim Kopassus Kena Cemooh Media Thailand, Hanya Serangan Kilat 3 Menit, Dunia Langsung Tercengang!

Sementara saat di singgung mengenai pembagian masker, Yes Isman menyebutkan bahwa sampai saat belum menyalurkan masker tersebut.

Karena memang kondisi saat ini masih dalam keadaan normal, meskipun memang pihaknya tetap melakukan pemantauan terhadap beberapa wilayah.

"Kita tetap pantau seperti daerah-daerah yang kebakaran itu. Kalo memang secara kasat mata kita perlu salurkan maka segera kita salurkan," ujarnya.

"Saat ini kita juga tetap koordinasikan dengan Dinas Lingkungan Hidup, kita melihat ambang batas dari tingkat udara. Kalau sudah sedang, itu biasanya sudah kita salurkan," jelasnya.

Soal Ambang Batas Polusi Udara di Muarojambi, Dinkes Koodinasi dengan Lingkungan Hidup (Samsul Bahri/Tribun Jambi)

Penulis: samsul
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved