Polres Bungo Ekspose Dua Tersangka Dugaan Korupsi Pengadaan Alkes Puskesmas

Polres Bungo akhirnya mengeskpose tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan alkes Puskesmas.

Polres Bungo Ekspose Dua Tersangka Dugaan Korupsi Pengadaan Alkes Puskesmas
Tribunjambi/Mareza
Polres Bungo akhirnya mengeskpose tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) dalam pengadaan alat kesehatan (alkes) Puskesmas pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Bungo, Rabu (7/8/2019). 

Polres Bungo Ekspose Dua Tersangka Dugaan Korupsi Pengadaan Alkes Puskesmas

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Polres Bungo akhirnya mengeskpose tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) dalam pengadaan alat kesehatan (alkes) Puskesmas pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Bungo, Rabu (7/8/2019).

Kapolres Bungo, AKBP Januario Jose Morrais didampingi Kasat Reskrim Polres Bungo, Iptu Dedi Kurniawan Susilo mengatakan, kedua tersangka tersebut berinisial RJ dan RZ.

"Tersangka RJ ini merupakan komisaris PT Maga Ghali Alkesindo, sedangkan RZ merupakan direktur PT Raziyan Anugrah Farma. Keduanya merupakan rekanan dalam pengadaan alkes Puskesmas pada 2014 lalu," kata Kapolres.

Dalam kesempatan itu, Kapolres juga menunjukkan barang bukti berupa beberapa dokumen dan uang tunai Rp 27 juta. Namun, dalam ekspose tersebut, tersangka tidak dihadirkan dengan alasan sedang ditahan di Lapas Klas II B Muara Bungo dan akan segera masuk tahap II.

Baca: Perahu Kuno Lambur akan Muncul Utuh, Tim Arkeolog UI Lakukan Ekskavasi Bersama BPCB Jambi

Baca: KBB Tanjab Barat Ikut Lestarikan Budaya Banjar di Tanah Perantauan

Baca: Download Lagu MP3 Indonesia, Barat 2019 Top 10 Hits, Shawn Mendes, Taylor Swift, BTS, Judika, Somi

Baca: Dua Warga Tebet Gugat PLN ke Pengadilan, Gara-gara Ikan Koi Peliharaan Mati

Baca: Salmafina Akui Kebohongan Ini Penyebab Pernikahannya Kandas, Ngaku Tak Nyesal Cerai dari Taqy Malik

"Tersangka sedang tidak bisa dihadirkan, tapi yang bersangkutan ada di lapas. Karena bahannya sudah P21, rencananya besok tahap II, kita serahkan ke JPU," ujarnya.

Lebih lanjut, kata AKBP Morrais, keduanya disangkakan melanggar pasal Pasal 2 atau Pasal 3 Ayat (1) Jo Pasal 18 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

"Ancamannya, untuk pasal 2 (primer, red) paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun, sedangkan pasal 3 (subsider), paling singkat satu tahun dan paling lama 20 tahun. Denda paling sedikit Rp 50 juta, paling banyak Rp 1 miliar," terang Kapolres.

Saat disinggung kemungkinan adanya tersangka lain, Kapolres belum bisa membeberkan. Sebab, saat ini pihaknya masih fokus ke tersangka yang telah ditetapkan.

Sebelumnya Tribunjambi.com memberitakan, tersangka RJ ditahan sejak 15 April 2019 lalu. Sedangkan RZ mulai ditahan pada 5 Agustus 2019 kemarin.

Penetapan kedua tersangka ini merupakan pengembangan dari terdakwa Solikin yang telah selesai disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi beberapa waktu lalu. Perbuatan mereka diduga menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 318.189.934.

Penulis: Mareza
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved