Dua Warga Tebet Gugat PLN ke Pengadilan, Gara-gara Ikan Koi Peliharaan Mati

Baik Petrus dan Ariyo sama-sama menempuh jalur hukum sederhana atau small claim court (SCC) mengacu pada Peraturan MA no 2 tahun 2015.

Dua Warga Tebet Gugat PLN ke Pengadilan, Gara-gara Ikan Koi Peliharaan Mati
moleco
Ilustrasi. Ikan koi 

Dua Warga Tebet Gugat PLN ke Pengadilan, Gara-gara Ikan Koi Peliharaan Mati

"Nanti kita buktikan berapa kerugiannya," kata David.

"Iini juga menjadi pelajaran bahwa akibat mati listrik dampaknya itu luas."

"Selain dua kliennya saya ini, ada pemilik ikan koi lain yang mengadu kurang lebih 10 orang dan ada 100 lebih ikan koi yang mati," tegas David.

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Dua warga Tebet, Jakarta Selatan. menggugat PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan setelah sejumlah ikan koi piaraannya mati gara-gara padamnya aliran listrik PLN pada Minggu (4/8/2019) lalu di Jakarta.

Padamnya aliran listrik hingga lebih dari 3 jam itu membuat sejumlah ikan koi piaraan dua warga Tebet bernama Ariyo Bimo dan Petrus, langsung mati.

"Jumlah ikan koinya Pak Ariyo ada tiga dan empat ekor milik Pak Petrus," kata Pengacara David Tobing kepada Tribunnews, Rabu (7/8/2019).

Ikan-ikan koi tersebut, dikatakan David, merupakan ikan hias yang memiliki nilai jual tinggi.

"Ada jenis Borodo, Tancho Kahoku, dan Sanke dan lainnya," lanjutnya.

Baik Petrus dan Ariyo  sama-sama menempuh jalur hukum sederhana atau small claim court (SCC) mengacu pada Peraturan MA no 2 tahun 2015.

Halaman
12
Editor: nani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved