Berita Sarolangun

Warga Terpaksa Gunakan Air Tercemar Aktivitas PETI, Sumur Masyarakat di Sarolangun Mulai Mengering

Dengan kondisi tersebut, warga takut jika air tersebut digunakan terus menerus akan mengakibatkan sumber penyakit bagi masyarakat

Warga Terpaksa Gunakan Air Tercemar Aktivitas PETI, Sumur Masyarakat di Sarolangun Mulai Mengering
TRIBUNJAMBI/WAHYU HERLIYANTO
Warga Terpaksa Gunakan Air Tercemar Aktivitas PETI, Sumur Masyarakat di Sarolangun Mulai Mengering¬† 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN- Musim kemarau sudah mulai terasa di wilayah Kabupaten Sarolangun.

Wargapun sudah mulai sulit mencari air bersih terutama untuk keperluan sehari-hari.

Seperti yang dirasakan warga di daerah Desa Pulau Buayo RT 01, Kecamatan Bathin VIII, Sarolangun.

Sumur yang merupakan sumber air yang berada di rumah warga desa tersebut rerata sudah mengalami kekeringan.

Rayan warga Desa Pulau buayo mengatakan kepada Tribunjambi.com, senin(5/8). Bahwa warga saat ini mengeluhkan dan kesulitan air bersih.

Sejak dua minggu belakangan ini, warga beralih dan mencari air di sungai yang lokasinya berdekatan dengan pemukiman.

"Ngambik aek di sungai lah," katanya.

Baca: Usai Gugat Mantan Pacar Rp408 Juta Setelah Diputus Cinta, Wanita Balik Tuntut Biaya Air Minum dan WC

Baca: Dulu Viral Bayi Dibuang Ibunya di Toilet Masjid, Kini Anak Itu Bahagia Pasca Diadopsi Artis Terkenal

Baca: Luluskah Mantan Kapolda Jambi Anang Iskandar ? Ini 40 Nama Capim KPK yang Lolos Tes Psikologi

Baca: Ingin Naik Kelas Jadi Type B, Kemenkes RI Malah Rekomendasikan RS Abdul Manap Turun Kelas ke Type D

Meski sudah beralih ke sungai, kondisi air sungaipun sudah tak layak digunakan . Pasalnya air sungai selain sudah sedikit keruh juga sudah tercemar oleh aktifitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang lokasinya lumayan jauh.

"Orang lah ngambek aek di sungai dan sungai sudah keruh ditambah lagi air sudah tercemar dompeng PETI," ujarnya

Lebih mirisnya lagi, air dengan kondisi tersebut, warga terpaksa menggunakannya untuk kebutuh sehari-hari.

"Minum, mandi, nyuci, kadang jugo ke sumur, tapi kebanyakan ambek di sungai," katanya

Dengan kondisi tersebut, warga takut jika air tersebut digunakan terus menerus akan mengakibatkan sumber penyakit bagi masyarakat.

Baca: Pendaki Gunung Kerinci, Bisa Tukar Sampah yang Dibawa dari Gunung dengan Kopi

Baca: WIKI JAMBI: Tari Rentak Kudo Kota Sungai Penuh Masuk Nominasi Anugerah Pesona Indonesia 2019

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved