Berita Sarolangun
Sumur Warga Bathin VIII Kering, Terpaksa Pakai Air Sungai, DLH Sarolangun Imbau Pakai Penyulingan
Sumur Warga Kering, Terpaksa Pakai Air Sungai, DLH Imbau Warga Pakai Penyulingan
Penulis: Wahyu Herliyanto | Editor: Deni Satria Budi
Sohan menyarakankan agar masyarakat membuat sistem filterisasi air atau penyulingan. Sistem tersebut bisa menggunakan cara manual.
Caranya, mengunakan dua atau tiga buah drum dengan sistem bertingkat, masing-masing berisi pasir, batu sirtu, dan arang kayu. Filterasi ini memisahkan antara lumpur dari air.
"Sehingga air yang dihasilkan bening dan bersih," katanya.
Jika sudah difilterisasi, air sudah bisa digunakan, namun jika untuk dikonsumsi harus melewati proses pemasakan terlebih dahulu.
"Jika langsung mengkonsumsi bisa efek sampingnya pada kesehatan, dan tidak dianjurkan untuk dikonsumsi dalam jangka waktu lama," ujarnya
Selain penyulingan juga cara lain bisa digunakan, dengan membuat sumur-sumur dangkal di pinggir sungai.
Cara seperti itu juga sudah banyak dipraktekan di daerah pinggiran sungai daerah Kecamatan Air Hitam dan Batin VIII.
"Seperti sumur endapan, air untuk memisahkan air bersih dengan lumpur, ukuran kedalaman 1 meter bisa," katanya.
Sumur Warga Kering, Terpaksa Pakai Air Sungai, DLH Imbau Warga Pakai Penyulingan (Wahyu Herliyanto/Tribun Jambi)